Wednesday, January 28, 2026

Sehat & Happy: Kunyit untuk Kanker, Mag, dan Alzheimer

Rekomendasi
- Advertisement -

“Kunyit itu superherbal.”

Pernyataan itu meluncur dari mulut Irwan Hidayat, presiden direktur perusahaan  PT Jamu Sidomuncul. Pria 66 tahun itu meyakini kunyit sebagai superherbal karena salah satu khasiatnya menurunkan asam lambung. “Lambung yang sehat merupakan dasar tubuh yang sehat,” katanya. Irwan merasakan manfaat kunyit untuk mengatasi sindrom iritasi usus (baca: Irwan HIdayat: Sembuh Iritasi Usus halaman 38—40).

Senyawa aktif kunyit mampu melawan radikal bebas penyebab kerusakan selHastuti Ekawati—bukan nama sebenarnya—di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, merasakan betul manfaat memiliki lambung sehat. “Aktivitas saya normal lagi dan tidak mudah sakit,” ujar ibu rumahtangga itu. Padahal 3 tahun lalu ia menderita mag akut  yang menyebabkan ketergantungan terhadap obat kimia. Hastuti mengonsumsi kapsul untuk mengurangi rasa perih dan mual di perut.  Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Prof Dr dr Nyoman Kertia SpPD-KR, mengatakan stres dan salah pola makan meningkatkan asam lambung pemicu mag. “Makanan pedas, masam, atau konsumsi obat-obat tertentu bisa memicu mag,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu.

Hastuti memang menyukai pempek, pengangan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang berkuah masam pedas. Ia mengonsumsi pempek 3—4 kali sepekan.  Kesembuhan datang setelah seorang rekan menyarankannya untuk mengonsumsi rimpang kunyit. Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 45 tahun lalu itu memarut dua rimpang Curcuma longa dan menambahkan sesendok makan madu. Itulah yang diminum Hastuti setiap pagi. Dua pekan rutin mengonsumsi, rasa perih dan mual hilang perlahan. Hastuti bahkan benar-benar meninggalkan obat mag resep dokter setelah 3 pekan mengonsumsi kunyit.

Dokter di Klinik Natura Medika, Kotamadya Tangerang, Provinsi Banten, dr Zuhaida Mahfud mengatakan kunyit memang memperbaiki gangguan pencernaan seperti mag. “Senyawa aktif di kunyit bereaksi dengan mukosa lambung sehingga memperbaiki lambung yang luka,” kata Zuhaida. Itu sejalan Riset Lee CJ dan rekan dari Departemen Farmakologi, Chungnam National University di Korea Selatan pada 2003. Peneliti itu menyimpulkan bahwa kunyit meningkatkan kerja mukosa lambung sekaligus melindungi lambung dari iritasi.

 

Alzheimer

Kunyit sebagai superherbalKhasiat kunyit bukan hanya  untuk mag. Tanaman anggota famili Zingiberaceae itu menjadi alternatif penyembuhan bagi penderita alzheimer. Itu merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan kemampuan kerja otak menurun. Perlahan tapi pasti penyakit yang ditemukan oleh dr Alois Alzheimer pada 1907 itu akan menyerang sel-sel saraf otak. Efek serangan itu antara lain gejala pikun, gangguan emosi, dan gangguan gerak koordinasi tubuh.

“Pada kondisi parah dapat menyebabkan orang kehilangan ingatan serta mengalami gangguan dan fungsi mental,“ ujar ahli saraf di Depok, Jawa Barat, dr Hardi Pranata SpS MARS. Penyakit itu banyak menimpa manusia lanjut usia di atas usia 65 tahun itu cukup banyak penderitanya. Data (WHO) Badan Kesehatan Dunia memperlihatkan saat ini terdapat 35-juta orang di dunia menderita penyakit alzheimer. Jumlah itu diprediksi meningkat 2 kali lipat setiap 20 tahun. Artinya pada 2030 penderita alzheimer mencapai 66-juta orang.

Celakanya belum ada obat mujarab untuk mengatasi alzheimer sebagaimana tertuang dalam karya tulis Sherren Nugraha dari Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha pada 2006. Obat alzheimer yang diresepkan dokter seperti rivastigmin, tacrine, dan donepezil hanya memperbaiki fungsi kognitif penderita. Merujuk pada Kamus Kedokteran Stedman 2002, fungsi kognitif itu mencakup cara menalar, mengenali, memahami, menilai, dan membayangkan.

Riset Keyvan Dastmaschi, HJ Damien Dorman, dan Heikki Vuorela dari Fakultas Farmasi Universitas Helsinki, Swedia, pada 2007 menyebutkan kunyit berpotensi sebagai salah satu herbal penting untuk mengatasi alzheimer. Riset selama 20 tahun yang dipublikasi dalam “International Journal of Biomedical and Pharmaceutical Science” itu menyebutkan kunir—sebutan kunyit di Jawa—menunjukkan aktivitas penting dalam mengatasi kerusakan sel.

Senyawa aktif kunyit mampu memacu enzim hemeoksigenase (HO-1) yang bertugas melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Proses itulah yang diduga dapat mengurangi gejala alzheimer. Itu sejalan dengan penelitian John M Ringman dan rekan dari Departemen Saraf University of California dan Alzheimer’s Disease Research Center di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2005. Riset itu memperlihatkan pemakaian kunyit di masakan masyarakat India seperti kari dapat memperpanjang daya ingat seseorang saat lanjut usia.

Daya ingat lebih bagus itu terjadi karena menurunnya amiloid yang disebabkan senyawa kurkumin. Sebagai gambaran di dalam otak sehat dan normal terdapat miliaran sel (neuron) yang saling berkomunikasi melalui loncatan muatan listrik (neurotransmitter). Pada penderita alzheimer hubungan antarneuron itu terganggu dan menimbulkan struktur abnormal yang disebut plak beta amiloid.

Biang kerok struktur abnormal itu karena tidak sempurnanya pemotongan amiloid protein prekursor (APP) oleh enzim betasekretase, gammasekretase, dan alfasekretase. Pemotongan sempurna akan menghasilkan 40 asam amino yang dapat larut. Namun, pada penderita alzheimer, jumlah asam amino lebih banyak mencapai 42 dan tidak dapat larut. Singkat kata kondisi itu menimbulkan penumpukan racun yang berujung pada gangguan sel-sel otak.

 

Konsumsi kunyit dapat memperbaiki lambung yang luka akibat mag akutKurkumin

Mengapa kunyit begitu berkhasiat? Itu berkat  kehadiran senyawa kurkumin. Riset Duggi Shrishail dan kawan dari Fakultas Pertanian Vellayani Thiruvananthapuram di Kerala, India, seperti termaktub dalam “Asian Journal of Pharmaceutical & Clinical Research” volume 6-2013 memperlihatkan kunyit menjadi “obat” untuk beberapa penyakit seperti gangguan pencernaan, diabetes mellitus, lever, dan kanker. Selain itu turmerik—sebutan kunyit di India—berkhasiat antibakteri dan antivirus.

Nyoman Kertia menuturkan kandungan kurkuminoid dalam kunyit tergolong tinggi mencapai 3—8%. Persentase itu lebih besar dibandingkan rimpang lain berkurkuminoid seperti temulawak 1,5—2%. “Kunyit yang bagus kandungan kurkumin 60%, 25% desmetoksi kurkumin, dan 15% bisdemetoksi kurkumin,” kata ketua tim kedokteran herbal Rumahsakit dr Sardjito di Yogyakarta, itu.

Menurut periset di Departemen Neurosains, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Universitas Surya, di Tangerang, Provinsi Banten, dr Dito Anurogo, kurkumin pada kunyit memiliki beragam aktivitas farmakologis. Beberapa aktivitas farmologis itu di antaranya antioksidan, antimikrob, antiperadangan, antitumorigenik pada beragam tipe tumor seperti meningioma, tumor pituitari, dan adenoma. Mekanisme kerja kurkumin pada meningioma berefek apoptosis terhadap sel-sel meningioma alias tumor jinak otak. Menurut Dito Anurogo terapi kurkumin pada meningioma mengurangi proliferasi atau pembelahan sel.

Pantaslah dengan kelebihan itu para herbalis di tanahair memanafaatkan kunyit. Wahyu Suprapto di Kota Batu, Jawa Timur, meresepkan kunyit bagi penderita hepatoma alias kanker hati. “Kurkumin pada kunyit berperan sebagai hepatoprotektor,” katanya. Herbalis di Yogyakarta, Lina meresepkan kunyit untuk pasien tumor otak. Herbalis itu mengombinasi kunyit dengan kayumanis, cengkih, dan temulawak. “Kunyit paling dominan dengan perbandingan 7 : 1 : 1: 1,” kata Lina.

Khasiat kunyit sebagai superherbal membuat Amerika Serikat mengimpor hingga 2.400 ton/tahun anggota famili Zingiberaceae ituKhasiat itu dirasakan oleh Sinta—nama disamarkan—di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ibu 1 anak itu kini bergembira setelah tumor otaknya mengecil setelah rutin meminum kunyit selama 3 bulan. Beragam riset membuktikan keampuhan rimpang mengatasi kanker. Salah satunya penelitian National Cancer Institute (NCI) di Amerika Serikat. Riset itu memperlihatkan kunyit yang dikonsumsi hingga dosis 10 g per hari itu menghambat penyebaran kanker usus besar melalui mekanisme apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Penghambat kanker itu adalah senyawa kurkumin.

Riset lain oleh RA Sharma, AJ Gescher, dan WP Steward dari Pusat Studi Kanker dan Kedokteran, University of Leicester, Inggris pada 2005 menyimpulkan kunyit berpotensi sebagai agen kemoterapi dan kemopreventif. Penelitian yang termuat dalam “European Journal of Cancer” itu aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Pantas bila dengan seabrek manfaat besar itu negeri Abang Sam, menjadi pengimpor kunyit terbesar dunia, 2.400 ton per tahun. Negeri adidaya itu memahami khasiat kunyit sebagai superherbal. (Dian Adijaya Susanto/Peliput: Evy Syariefa, Nurul Aldha Maulidina, Rizky Fadhilah, dan Riefza Vebriansyah)

 

 

Pereda Stres

Penat dan letih setelah seharian bekerja?  Iris saja 30 g rimpang kunyit,  peras, dan  seduh dalam 250 ml teh hangat. Itulah  resep  Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten. Alumnus Universitas Diponegoro itu  kerap memberikan resep itu kepada para pasien yang mengeluh penat. “Setelah mengonsumsi, pikiran dan tubuh  kembali segar,” ujar Lukas. Menurut Lukas kandungan senyawa kurkumin pada kunyit menyegarkan badan dan merelaksasi kerja otak.

Herbalis diJakarta Utara, Maria Margaretha Anjarwati juga meresepkan kunyit sebagai penyegar. “Kandungan asirinya merupakan penenang yang mampu mengurangi stres, sedangkan kurkumin berperan sebagai peningkat daya tahan tubuh,” kata Anjarwati. Relaksasi otak  kini menjadi agenda penting karena mampu mengurangi tekanan (stres) penyebab  depresi  yang merupakan ancaman bagi masyarakat perkotaan. Menurut ahli kejiwaan dari Rumahsakit Jiwa dr Soeharto, Grogol, Jakarta, dr Ratna Mardiati SpKJ peluang depresi bagi masyarakat perkotaan lebih besar karena tekanan seperti macet, populasi padat, serta kesibukan.

Riset Adrian Lopresti di  Sekolah Psikologi, Murdoch University, Perth, Australia pada 2012, membuktikan bahwa senyawa kurkumin mempengaruhi pasokan neurotransmitter serotonin dan dopamin penyebab depresi. Riset yang sama menunjukkan, kurkumin juga mampu meningkatkan kekebalam tubuh, melawan tekanan oksidatif penyebab berbagai penyakit di tubuh. (Nurul Aldha Mauliddina Siregar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img