Thursday, January 29, 2026

Sejengkal Lahan Sejuta Manfaat

Rekomendasi
- Advertisement -

Warga antusias untuk melanjutkan program pertanian perkotaan Bank Indonesia.

Tanaman cabai di Kampung Kramat, RT 01/ RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tumbuh subur hasil program pertanian perkotaan.
Tanaman cabai di Kampung Kramat, RT 01/ RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tumbuh subur hasil program pertanian perkotaan.

Dalam 10 bulan terakhir, Bank Indonesia menyelenggarakan program pertanian perkotaan. Bank Indonesia bekerja sama dengan Majalah Trubus sebagai pendamping lapang dan anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga di 15 kelurahan di 5 wilayah kota Provinsi DKI Jakarta sebagai penerima manfaat program. Mereka menanam beragam komoditas seperti cabai, kangkung, dan selada.

Deputi direktur Bank Indonesia, Iwan Setiawan (kiri), menyerahkan buku profil kepada Wakil Ketua III Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Erna Maharanto.
Deputi direktur Bank Indonesia, Iwan Setiawan (kiri), menyerahkan buku profil kepada Wakil Ketua III Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Erna Maharanto.

“Program secara keseluruhan berjalan baik. Tujuan program tercapai, para kader PKK bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh dan membagi ilmu untuk warga sekitar,” kata Deputi Direktur Bank Indonesia, Iwan Setiawan usai meluncurkan buku berjudul “Dedikasi untuk Negeri: Urban Farming, Sejengkal Lahan Sejuta Manfaat” pada 13 Mei 2016. Acara itu berlangsung di Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bermanfaat
Keberhasilan program juga terlihat dari keberhasilan panen di 15 kelompok binaan. Dalam acara itu, Iwan menyerahkan buku profil kepada Wakil Ketua III Tim Penggerak (PKK) Provinsi DKI Jakarta, Erna Maharanto. Di akhir acara berlangsung panen dan penanaman bibit secara simbolis oleh Deputi Direktur Bank Indonesia.

Menurut duta urban farming Bank Indonesia, Sere Rohana Napitupulu, banyak hal positif yang diperoleh lewat kegiatan urban farming yang telah diselenggarakan. “Kami menjadi hafal sembilan unsur pokok yang wajib ada dalam media tanam sehingga kami bisa mengetahui kualitas media tanam dengan hanya meraba,” katanya. Menurut Sere Rohana jika tangan mudah masuk ke media tanam berarti media itu porous dan baik untuk perakaran tanaman.

Duta pertanian perkotaan Bank Indonesia, Sere Rohana Napitupulu.
Duta pertanian perkotaan Bank Indonesia, Sere Rohana Napitupulu.

Sere menambahkan, faedah lain yang diperoleh dari kegiatan pertanian perkotaan adalah dampak bagi lingkungan. “Tanaman akan menghasilkan oksigen. Apa pun jenis tanamannya dan cara budidayanya pasti akan berdampak positif untuk lingkungan walau hanya sesaat,” katanya. Menurut Sere kegiatan pertanian perkotaan dapat mengubah pemikiran orang perkotaan menjadi lebih peduli lingkungan.

“Dampak lainnya masyarakat akan bisa memilah sampah, karena sampah organik bisa dipergunakan sebagai pupuk, dan sampah anorganik bisa dijual ke bank sampah,” katanya. Faedah lain, “Ilmu saya menjadi lebih banyak, hal-hal baru banyak dijumpai. Namun, yang terpenting bermanfaat dengan mengajak masyarakat untuk bertani dan mencintai lingkungan,” katanya.

Berlanjut
Sere Rohana kini memanfaatkan ilmunya antara lain dengan menanam komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan. “Saya menanam okra atau bendi menggunakan ilmu yang didapat selama program pertanian perkotaan. Ternyata hasilnya bagus,” kata ketua Kelompok Tani Ibu Bercahaya itu. Menurut Sere media tanam yang diajarkan oleh para pendamping lapangan dari Trubus sangat baik dan cocok untuk berbagai jenis tanaman.

Dengan ilmu yang didapat dari kegiatan pertanian perkotaan Sere Rohana Napitupulu kini mengembangkan okra.
Dengan ilmu yang didapat dari kegiatan pertanian perkotaan Sere Rohana Napitupulu kini mengembangkan okra.

“Tanaman pisang yang tumbuh di sekitar kebun pun menjadi subur karena tanahnya tercampur media dan pupuk kocoran,” katanya. Perempuan asal Balige, Sumatera Utara, itu berharap kegiatan serupa terus berjalan dan berkelanjutan. “Namun, ketika lomba sebaiknya para juara diberi hadiah mengikuti tur ke luar negeri yang pertaniannya baik,” katanya. Menurut Sere pengalaman seperti tur akan lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan hadiah berupa materi.

“Hal itu pernah saya rasakan. Wawasan saya menjadi lebih terbuka ketika saya berkunjung ke Vietnam 6 tahun lalu,” katanya. Ketua RW di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Amirudin, berharap kegiatan pertanian perkotaan juga berlanjut pada tahun berikutnya. “Bukan hanya kami, tapi juga warga lain yang belum mendapat program diharapkan bisa merasakan hal yang serupa,” katanya.

Ia beserta para kader PKK ditempatnya berencana terus melakukan kegiatan pertanian perkotaan walau program telah usai. “Untuk cabai kami belum melakukan penyemaian karena hingga saat ini tanaman masih panen,” katanya. Harapan serupa juga disampaikan ketua RW 06 Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Joko Sarjono. Ia berencana melanjutkan kegiatan pertanian perkotaan.

Kader PKK Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali menyemai benih ribuan sayuran untuk melanjutkan kegiatan pertanian perkotaan.
Kader PKK Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali menyemai benih ribuan sayuran untuk melanjutkan kegiatan pertanian perkotaan.

“Untuk sayuran seperti selada, bayam, kangkung, dan pakcoy kami sudah semai dan panen secara rutin. Cabai pun kami akan tanam kembali dengan mulai melakukan persemaian,” katanya. Menurut Joko tujuan pertanian perkotaan bukan hanya untuk produksi tetapi juga untuk lingkungan yang lebih baik. “Minimal kebutuhan sendiri terpenuhi dan lingkungan terjaga,” katanya.

Ketua RT RT 024, RW 01, Kelurahan Sunter, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta, Suparjiono, sangat antusias jika program serupa berlanjut. “Alhamdulillah semangat warga di tempat kami sangat tinggi untuk melakukan urban farming,” kata Suparjiono. Kendala yang ia hadapi adalah ketersediaan lahan yang makin minim. “Harapannya semoga berbagai pihak yang berwenang terus mendukung kegiatan positif seperti ini, bukan hanya berupa bantuan, tetapi juga mendukung ketersediaan lahan untuk kegiatan pertanian perkotaan,” kata Suparjiono. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img