Thursday, January 29, 2026

Selada Air, Sekali Tanam Panen Tahunan

Rekomendasi
- Advertisement -

Permintaan dan harga relatif stabil menjadi daya tarik selada air. Mulai dari pasar becek, supermarket, hingga pasar ekspor terbuka untuk komoditas ini. Gurihnya pasar ekspor dirasakan Ir Muhamad Atamimi dan Elis Rosnita, yang mengirimkan produk mereka ke Singapura. Perniagaan itu mengalirkan rupiah minimal Rp7,5-juta ke kocek Atamimi setiap bulan. Atamimi dan Elis sama-sama mengandalkan pasokan pekembun plasma, salah satunya Nandang Supriatna. Nandang diminta memasok 2,7 ton/hari, tapi ia cuma mampu memenuhi sepertiga. Pekebun lain, H Mastur Fuad, memasok 0,5 ton selada air ke sebuah jaringan pasar swalayan ibukota setiap hari.

Selada air mesti disortir sebelum kirim. Selanjutnya setiap 250 g diikat, lalu dimasukkan dalam boks yang sudah diberi es. Standar mutu yang mesti dipenuhi antara lain segar, tidak ada warna kuning, dan panjang batang 5—10 cm. Saat daun mulai menguning, itu tandanya perlu pemupukan. Setiap ha cukup diberi 1 kg pupuk fosfat. Panen perdana pada hari ke-40 pascatanam, selanjutnya bisa dipanen terus-menerus hingga bertahun-tahun. Kalau masih subur, tidak perlu penanaman ulang.

Pemeliharaan selada air sangat mudah, hanya dengan penjarangan tanaman dan menjaga kontinuitas serta kualitas pasokan air. Hama yang menyerang biasanya keong mas dan ulat, yang menyebar saat fase dewasa alias kupu-kupu. Untuk menggusur ulat, semprotkan insektisida berbahan aktif profenofos. Agar tumbuh baik, selada air mesti tumbuh di tempat berketinggian 1.000—1.300 m dpl dengan pasokan air bersih kontinu.***

Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img