Monday, August 15, 2022

Sepotong Nirwana di Sepotong Bali

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Para penyelam di titik penyelaman di antara Pulau Siandong dan Pulau Buku LimauIkan badut di antara anemon laut di titik penyelaman sebelah barat Pulau Buku LimauPesona bawah laut di Kabupaten Belitung Timur tak kalah elok dibandingkan tempat lain di tanahair seperti Kepulauan Seribu di Jakarta atau Kepulauan Karimun Jawa di Jawa Tengah. Beberapa lokasi penyelaman favorit di sana adalah Pulau Kerang, Pulau Buku Limau, Pulau Memperak, Pulau Siadong, Pulau Penanas, dan Pulau Pipit. Yang disebut terakhir adalah pulau dengan banyak gosong alias bebatuan menyembul dari dalam air. Untuk mencapainya hanya perlu 30 menit berperahu dari Manggar. Di sana camar dan burung air lain beristirahat sehingga menjadi atraksi menarik.

Atas undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka-Belitung, Trubus menyelami keindahan laut di Kabupaten yang berdiri pada 23 Februari 2003 itu. Lokasi penyelaman antara lain Pulau Buku Limau dan Pulau Siandong. “Dari pengecekan beberapa titik penyelaman terakhir, kondisi air di sana tenang sehingga lebih mudah melihat terumbu karang,” ujar Sakinawa, pemimpin penyelaman itu.

Untuk mencapai lokasi penyelaman perlu waktu 40 – 50 menit perjalanan dengan kapal dari Manggar. Setelah melepas jangkar, beberapa penyelam yang tergabung dalam Jurnalis Trip 2011 itu menuju dasar samudera untuk melihat terumbu karang di kedalaman 20 – 25 m. Penyelaman dengan memakai satu tabung oksigen itu disepakati berlangsung selama 40 – 60 menit. Tak sampai setengah jam, Christian Rahardiansah, penyelam dari Jakarta naik ke kapal. “Suasananya agak keruh,” katanya. Hal senada disampaikan Aries dari Scuba Diver di Jakarta yang turut menyelam. “Jarak pandang di bawah pendek,” ujarnya.

Menurut Wahyu Mulyono, praktikus selam dari Jakarta yang turut menyelam, air keruh terjadi karena arus laut cukup besar. “Mungkin ini bukan bulan terbaik untuk melihat terumbu karang,” katanya. Dari informasi awak kapal, bulan terbaik menyelam di sana berlangsung sekitar April – Juni. Toh, meski jarak pandang terbatas secara ekologi, kondisi terumbu karang yang mayoritas terdiri atas Acrospora sp, Cinulana sp, dan Porites lobata itu cukup baik. “Tutupan karangnya rapat sekitar 60 – 70%, meski karangnya tidak berwarna-warni,” ujar Wahyu.

Penyelaman berikutnya berpindah ke perairan di sebelah barat Pulau Buku Limau yang memerlukan waktu 10 menit. “Kita mencoba melihat ikan nemo di sana,” ujar Sakinawa. Beberapa penyelam berhasil melihat ikan-ikan badut yang biasa menari-nari di antara tumbuhan anemon laut. Waktu penyelaman pun dipersingkat lantaran gelombang laut mulai meninggi.

Menurut Agus Sulaiman, penyelam dari Palembang, Sumatera Selatan, perairan di Belitung Timur memiliki titik-titik penyelaman menarik. “Terumbu karangnya cukup beragam dan cantik,” kata fotografer bawah air itu. Itulah sebabnya, “Keindahan terumbu karangnya perlu dijaga,” tambah dr Benedicta Wayan Suryani SpM, penyelam sekaligus dokter spesialis mata di Rumah Sakit Almah, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka itu. Harap mafhum, banyak kapal penambang timah beroperasi di dekat lokasi penyelaman yang bisa membuat terumbu-terumbu karang itu mati, sehingga hanya menyisakan cerita sedih. (Dian Adijaya S)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img