Wednesday, January 28, 2026

Seri Walet 227: Buat Pakan Pengundang Walet

Rekomendasi
- Advertisement -
Walet mendekat karena adanya pakan.
Walet mendekat karena adanya pakan.

Pakan buatan menarik walet datang dan bersarang.

Kabut asap akibat kebakaran hutan melanda Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Selain mendatangkan derita dan gangguan kesehatan bagi masyarakat, asap juga mengganggu bisnis para peternak walet. Haryanto dan beberapa rekan sesama pengusaha walet mengeluhkan hal itu. Walet yang biasa menginap di rumah-rumah walet milik mereka kabur menghindari kabut asap.

Sejatinya penurunan populasi walet mereka rasakan beberapa tahun terakhir. Sebelum ada izin pengelolaan hutan, Bengkalis memiliki banyak hutan yang menyediakan pakan bagi walet. Izin pengelolaan yang menyebabkan berkurangnya luasan hutan ditambah kabut asap memperburuk kondisi itu. Haryanto pun memutar otak mencari cara mendatangkan kembali burung pembuat liur emas itu.

Herry Wijaya sudah 30 tahun menggeluti dunia walet.
Herry Wijaya sudah 30 tahun menggeluti dunia walet.

Panen meningkat
Lalu Haryanto bertemu Harry Wijaya, konsultan walet di Jakarta Barat. Harry menyarankan agar Haryanto memberikan pakan buatan untuk mengundang walet. “Kalau pakan di sekitar sarang mencukupi, walet tidak perlu terbang jauh,” kata Harry. Untuk itu Harry membuat bibit pakan serangga khusus untuk ditempatkan di sekitar rumah walet.

Ia juga merancang kotak khusus untuk membiakkan serangga yang digemari oleh walet. Hasilnya luar biasa, ketika kebanyakan pemilik rumah walet bingung karena walet kabur, rumah milik Haryanto malah didatangi banyak walet. Pria berusia 30 tahun itu memperkirakan ada 500 walet yang menetap di tempatnya. “Sebelumnya paling sekitar 300 ekor,” ujar Haryanto.

Efeknya jumlah panen pun meningkat. Biasanya setiap panen 4 bulan sekali, ia hanya mendapatkan 700 g sarang dengan kualitas rendah. Panen mendatang, ia memperkirakan bisa memanen sarang walet hingga 2 kg. Pemberian pakan buatan itu juga meningkatkan kualitas sarang. Semula Haryanto banyak menuai sarang yang bentuknya tidak sempurna. Setelah menggunakan bibit pakan serangga, ukuran sarang mencapai 2,5 jari dan lebih tebal daripada panen sebelumnya hanya 2 bulan pascapemasangan.

Perangkat pengatur waktu untuk menghidupkan kipas.
Perangkat pengatur waktu untuk menghidupkan kipas.

Menurut Harry Wijaya bibit itu bisa mendatangkan minimal 4 serangga berbeda. Serangga seukuran lalat buah Drosophila sp berwarna kecokelatan, hitam, dan abu-abu itu disukai oleh walet. Harry menyatakan bahwa bibit pakan berbahan dasar roti tawar, serbuk pengembang, tepung beras, serat kayu, beberapa jenis vitamin, mineral, dan beberapa bahan tambahan lain dengan perbandingan tertentu.

Kotak pakan
Aplikasi campuran berbentuk serbuk itu dengan menambahkan air sampai berbentuk pasta atau hampir cair. “Bahan itu tidak akan mengeras sehingga serangga bisa terus berkembang biak di media,” kata Harry. Selain pakan, Harry juga merancang kotak khusus untuk menembangbiakkan serangga pakan walet. Kotak berukuran 100 cm x 60 cm x 40 cm itu berbahan plastik sehingga tidak akan berkarat.

Kotak itu terbagi menjadi 3 bagian; tempat air di dasar, bilik pembiakan serangga di tengah, dan bilik berlubang di bagian atas. Air dalam penampung di dasar kotak mempertahankan kelembapan agar kondisi kotak selalu sesuai untuk pembiakan serangga. Sebuah pompa otomatis bekerja ketika air dalam kotak berkurang dan berhenti ketika air mencukupi.

Kotak kecil tempat pembiakan serangga.
Kotak kecil tempat pembiakan serangga.

Dibatasi sebuah rak terbuka, bilik pembiakan serangga terdiri atas 16 buah kotak kecil dan berlubang di atas penampungan air. Di bilik itulah ramuan pakan ditempatkan sebagai media untuk berkembang biak serangga. Dalam kotak itu juga terdapat 6 tabung terbuka untuk hinggap serangga. Serangga dewasa akan terbang keluar melewati lubang-lubang kecil di dinding kotak.

Sebuah kipas memaksa serangga yang mampu terbang keluar kotak. Perangkat pengatur waktu menghidupkan kipas pada saat-saat tertentu, misalnya pada sore hari ketika walet kembali. Bagian paling atas kotak itu merupakan ruang kosong dengan dinding berlubang. Ruangan itu untuk menampung serangga yang siap terbang keluar karena ditiup kipas.

Agar serangga tidak kembali ke dalam bilik pembiakan, selembar plastik transparan dengan lubang kecil berfungsi sebagai pembatas. Plastik itu sekaligus menjadi pengaman untuk mencegah predator menerobos bilik pembiakan serangga. Bahan transparan memudahkan pemilik mengontrol kondisi bilik pembiakan tanpa risiko melepaskan serangga di dalamnya.

Kotak kecil disusun dalam kotak yang dirancang khusus sebagai "rumah" pembiakan pakan.
Kotak kecil disusun dalam kotak yang dirancang khusus sebagai “rumah” pembiakan pakan.

Haryanto tidak sendirian memanfaatkan kotak pakan buatan cerdas itu. Nun di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Hariyadi juga merasakan manfaat nyata kotak kreasi Harry Wijaya itu. Pemilik rumah walet yang baru 5 bulan menerjuni bisnis liur emas itu sempat merasakan paceklik pada 2 bulan pertama. Walet yang datang sangat sedikit. Segala upaya, termasuk memasang tweeter pun tidak mempan mengundang walet.

Untungnya masa prihatin itu usai setelah Hariyadi memasang kotak pembiak pakan buatan. Walet seolah berebut berdatangan ke rumah walet miliknya. Ia hanya mengatur waktu agar serangga keluar saat walet-walet itu pulang di sore hari. “Terlihat banyak sekali walet yang mau masuk dan bermalam,” kata Hariyadi. Pakan buatan itu menjadi jawaban masa paceklik walet akibat kelangkaan pakan alami. (Muhammad Awaluddin)

555_ 83-7Kerja Kotak Pintar

  1. Kipas meniupkan angin ke dalam bilik pembiakan serangga.
  2. Serangga di dalam bilik terdorong ke bilik berlubang.
  3. Serangga dalam bilik terdorong keluar dan siap menjadi pakan walet.
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img