Monday, January 26, 2026

Strategi Pemupukan dan Cegah Hama Penyakit untuk Meningkatkan Produksi Bawang Merah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Tepat pupuk dan strategi cegah hama dan penyakit kunci meningkatkan produksi bawang merah. Salah satu pupuk untuk bawang merah yakni pupuk nitrogen. Nitrogen membentuk protein dan penyusun protoplasma yang berperan dalam proses fotosintesis dan metabolisme tanaman.

Nitrogen diserap dari dalam tanah berbentuk ion nitrat atau amonium. Di dalam tumbuhan zat itu bereaksi dengan karbon membentuk asam amino, selanjutnya berubah menjadi protein. Protein inilah yang digunakan sebagai sumber metabolisme dan respirasi tanaman.

Peran lainnya, mempercepat pembentukan tunas dan tinggi tanaman. Metabolisme yang berjalan lancar nantinya juga berpengaruh dalam pembentukan umbi.  

Namun, Dr. Ir. Diah Setyorini M.S., periset di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk (BPSI Tanah dan Pupuk)  mewanti-wanti, beberapa zat nitrogen kompleks bisa bersifat toksik, sehingga pemakaiannya harus hati-hati.

Untuk meningkatkan produksi umbi bawang merah. Anda dapat menambahkan pupuk tinggi K seperti kalium nitrat. Pupuk tinggi K mengatur percepatan pembentukan karbohidrat, sehingga pembentukan umbi menjadi lebih besar.

Untuk memperkuat aroma, Anda bisa menambahkan pupuk tinggi sulfur seperti kalium sulfat. Dosis pemberian masing-masing 2 kuintal per hektare. Pemberiannya cukup satu kali saat masa pertumbuhan vegetatif tanaman (1—2 minggu pascatanam). Cara lain meningkatkan produksi bawang merah dengan penambahan pupuk Urea hayati dan NPK.

Itu seperti hasil riset Rini Rosliani di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Sayuran di Lembang, Kabupaten Bandung. Dalam percobaannya, pemberian pupuk Urea hayati 1 liter/5 liter air per ha dan NPK (15-15-15) 50 kg/ha menghasilkan umbi berbobot 372 gram/tanaman. Bandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan), 204 gram/ tanaman.

Produksi bawang merah juga dipengaruhi serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, petani harus mewaspadai kehadirannya. Pada fase persiapan lahan, petani membenamkan insektisida berbahan aktif karbofuran atau karbosulfan.

Pemberiannya setelah aplikasi pupuk dasar. Perlakuan pada benih dan persiapan lahan berlaku wajib karena seperti imunisasi agar benih sehat di lapang. Adapun pada fase vegetatif, gunakan kombinasi fungisida untuk mengurangi serangan penyakit.

Jika serangan kompleks, kombinasi terdiri atas 2 jenis fungisida kontak dan 1 sistemik. Fungisida kontak cara pengendaliannya cepat, sedangkan sistemik sebagai pencegahan. Perbandingan ketiganya 1:1:1.

Dosis sesuai anjuran di kemasan. Frekuensi penyemprotan 3 hari sekali di musim hujan dan sepekan sekali di musim kemarau. Prof. Dr. Widodo, pakar hama dan penyakit tanaman di Departemen Proteksi Tanaman IPB University sepakat. Pemberantasan hama dan penyakit sebaiknya tidak hanya menggunakan 1 jenis bahan aktif yang sama secara terus-menerus.

“Tujuannya mencegah timbulnya resistensi pada hama atau penyakit target,” kata Widodo.

Pakar hama dan penyakit di Departemen Proteksi Tanaman, IPB University, Prof. Dr. Suryo Wiyono, menganjurkan untuk meningkatkan kandungan organik dan kesuburan tanah.

Lingkungan tumbuh yang subur membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit. Hama dan penyakit teratasi ditambah pupuk tepat, produksi bawang merah pun menjulang.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img