Monday, August 8, 2022

Taman Warisan Wilson

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Hamparan rumput bak permadani menjadi ciri khas taman di negeri Ratu Elizabeth.

Pada Juli 2013, saya mengunjungi Royal Horticultural Society (RHS) Garden Wisley, Inggris. Bulan itu waktu yang tepat untuk menikmati keindahan taman-taman di Inggris sebab sudah masuk musim panas. Saya berkeliling di taman seluas 24 hektar bersama David den Hollander, perancang taman di Godalming, Surrey, dekat kota London. Menurut David, RHS Garden Wisley adalah pilihan tepat untuk sekadar menikmati atau mengenal gaya taman di Inggris.

Berbeda  dengan  taman-taman di tanahair yang menyajikan kecantikan beragam tanaman bunga, taman di Inggris justru menyuguhkan kemolekan padang rumput. Di RHS Garden Wisley, misalnya hamparan rumput hijau mulus bak permadani menjadi pemandangan utama begitu melewati pintu masuk. Walaupun suhu udara saat itu cukup terik 250C, hijaunya rumput menciptakan suasana segar.

“Rakyat Inggris sangat menyukai halaman yang tertutup rapat oleh rumput,” kata David. Ia menuturkan tradisi menanam rumput di Inggris sudah ada sejak abad ke-18. Hingga kini, tradisi itu tetap bertahan. “Di setiap halaman rumah orang Inggris pasti ada rumput,” tutur David. Rumput dipandang sebagai pondasi sebuah taman. Luas bidang yang tertutup rumput baik di halaman rumah atau taman kota lebih besar ketimbang tanaman berbunga. Jadi wajar bila para perancang taman di negeri Albion itu mahir menciptakan hamparan rumput rata tanpa cacat.

Border

Menurut Dr Ir Nazir Nasrullah MAgr, dosen Arsitektur Lansekap, Institut Pertanian Bogor, gaya pertamanan di Inggris adalah padang rumput alami yang lapang dengan hiasan tanaman bunga di beberapa titik. Contoh taman gaya Inggris yang dapat dilihat di tanah air adalah taman di depan Istana Bogor. Jenis rumput yang digunakan bermacam-macam seperti lolium Lollium sp dan bermuda Cynodon dactylon. “Itu berbeda dengan gaya taman di Perancis yang lebih menonjolkan tanaman perdu yang dibuat beragam bentuk,” katanya.

Keindahan padang rumput di RHS Garden Wisley tidak hanya bergantung pada jenis rumput yang digunakan. Kerapian menjadi kunci utama. Oleh karena itu, pengelola taman rutin menggunakan mesin pemangkas rumput untuk menjaga “permadani” alami nan hijau itu tetap rapi. “Padang rumput tidak membutuhkan perlakuan. Pengelola taman harus rajin merapikan agar pertumbuhannya merata,” tutur Dr Nazir Nasrullah.

Meski padang rumput mendominasi, bukan berarti RHS Garden Wisley tanpa hiasan bunga. Pengelola menata beberapa jenis tanaman hias sebagai border alias pembatas antarruang. “Memilih tanaman untuk pembatas memperhitungkan tinggi tanaman, warna dan ukuran bunga, serta warna dan ukuran daun,” tutur David. Tanaman untuk border harus mudah dipangkas seperti teh-tehan Acalypha siamensis, duranta Duranta sp, begonia Begonia sp, dan rhododendron Rhododendron sp.

Saat menyusuri setiap titik di RHS Garden Wisley, pengunjung juga dapat mencari ide untuk membuat taman sendiri dan menggali informasi tentang jenis dan karakter setiap tanaman dari pengelola. Total jenderal terdapat 30.000 jenis tanaman tumbuh di RHS Garden Wisley. Membuat taman di Inggris dan negara-negara lain di benua Eropa tergolong sulit karena terdiri atas 4 musim. Oleh karena itu jenis tanaman yang dipilih mesti tampil cantik pada setiap musim. Berbeda dengan kondisi di Indonesia yang memiliki tanah subur dan sinar matahari sepanjang tahun.

Taman RHS Garden Wisley juga memiliki taman yang didominasi tanaman perdu dan semak. Taman itu menjadi rumah bagi burung dan satwa kecil seperti landak untuk mencari pakan dan membuat sarang.

Laboratorium

RHS Garden Wisley dibangun oleh saudagar kaya, George Fergusson Wilson, pada 1878. Semula ia mendirikan kebun percobaan di kawasan hutan Oakwood seluas 6 ha untuk menanam aneka flora yang sulit tumbuh, seperti berbagai tumbuhan asal kawasan tropis di Benua Asia dan Amerika.

Ketika Wilson mangkat pada 1902,  taman itu berpindah tangan ke seorang hartawan, Sir Thomas Hanbury. Hanbury memperluas taman menjadi 24 ha. Ia  membeli tanah di sekitar taman. Pada 1903, Sir Hanbury menghadiahkan taman beserta seluruh koleksi flora di dalamnya pada Royal Horticultural Society, sebuah organisasi yang beranggotakan pemilik kebun di berbagai lokasi di Inggris.

Pada 1914—1916, pengelola membangun laboratorium sebagai tempat riset di bidang hortikultura. Laboratorium itu mirip sebuah rumah cantik khas abad ke-20. Kehadiran kolam teratai panjang di halaman membuat bangunan tampil anggun. Suara gemericik air mancur di tengah kolam membuat suasana semakin asri.

David menceritakan laboratorium itu dibangun ketika awal perang dunia pertama. “Ketika itu keadaan politik dan ekonomi negara kacau. Namun, pembangunan laboratorium tetap berjalan demi tujuan ilmiah,” tutur David. Hingga kini laboratorium itu masih berfungsi sebagai tempat eksperimen para mahasiswa desain taman.

RHS Garden Wisley juga memiliki rumah kaca tempat menyimpan koleksi tanaman-tanaman unik dan langka dari seluruh dunia. Memasuki bangunan seluas 10 kali lapangan tenis itu seperti berada di tengah hutan. Tanaman rambat tumbuh subur, pakis-pakisan bergelayut tumbuh di batang pohon, dan warna-warni bunga yang sedang mekar membuat suasana tampak semarak. Rumah kaca itu dibagi menjadi tiga zona yakni kering, lembap, dan tropis.

Bagi pengunjung RHS Garden Wisley yang ingin berkebun tanaman tropis, rumah kaca itu merupakan rujukan. Rumah kaca seperti itu banyak dijumpai di Inggris. Para pekebun memiliki rumah kaca kecil sebagai tempat untuk menyemai, menanam sayuran, atau menyimpan tanaman tropis yang membutuhkan suhu rendah.

RHS Garden Wisley ibarat toko serbaada. Harmoni padang rumput yang luas beserta elemen-elemen pendukungnya seperti aneka bunga, laboratotium, dan rumah kaca cocok bagi pengunjung yang ingin mengenal gaya taman di Inggris beserta kekayan flora yang dimiliki. (Yanti Mualim, wartawan BBC London)

FOTO:

  1. Rumah kaca tempat menyimpan beragam tanaman dari berbagai penjuru dunia
  2. Bunga helenium merah tampak mencolok di tengah hijaunya rerumputan
  3. Permadani rumput nan hijau menjadi suguhan utama di Royal Horticultural Society (RHS) Wisley Garden
  4. Border-border tanaman hias di bidang ini miring terpisah oleh jalur jalan
  5. Sisi liar RHS Wisley Garden
  6. Taman mawar menjadi area paling disukai masyarakat Inggris
  7. Bangunan laboratorium di RHS Wisley Garden semakin menawan dengan hadirnya kolam teratai
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img