Wednesday, August 17, 2022

Tamu dari Seberang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Crinum lilies berwarna ungu untuk penutup tanah
Crinum lilies berwarna ungu untuk penutup tanah

Enam jenis tanaman baru siap mempercantik halaman.

Sosok menyerupai bungur Lagerstroemia speciosa itu menghentikan langkah Ricky Hadimulya. Harap maklum bungur di salah satu nurseri di Kota Brisbane, Australia, itu berupa perdu dengan percabangan padat, kompak, dan berdaun mungil. Beda dengan bungur yang banyak tumbuh di tanahair yang meninggi melebihi atap rumah dan berdaun lebih besar. Meski pada kunjungan 2008 itu tanaman tengah tidak berbunga, Ricky tetap memboyong bibit bungur perdu setinggi 30 cm itu ke tanahair.

Tiba di kebun di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ricky melakukan adaptasi selama 3 bulan agar tanaman tidak stres dan menumbuhkan tunas-tunas baru. Selanjutnya ia memperbanyak dengan cara menyetek. Selama 1,5 bulan calon bibit itu masuk di dalam ruang berkabut. Kemudian pindah ke dalam polibag berdiameter 25 cm. Enam bulan berselang, tanaman semarak berbunga.

Warna bunga merah muda menyala muncul di setiap ujung cabang dan di ketiak daun. Penampilan istimewa terlihat saat musim kemarau yakni pada April—September. Tanaman tampak seperti tanpa daun karena tertutup oleh dompolan bunga. “Semakin banyak terpapar sinar matahari, bunga semakin lebat,” ujar Ricky. Di musim hujan bunga hanya muncul di beberapa titik.

Pagar masif

Pehobi olahraga bersepeda itu menuturkan bungur perdu cocok menjadi tanaman penghias taman. “Kala berbunga sekilas mirip dengan sakura di Jepang,” katanya. Perawatan bungur perdu juga mudah. Meski tanpa pemangkasan rutin sosoknya sudah rimbun. Namun, supaya tajuk tanaman kompak, lakukan pemangkasan terutama pada cabang yang menjulur keluar.

Menurut perancang taman di Depok, Jawa Barat, Heri Syaefudin, bungur perdu tergolong barang baru di tanahair. Sosoknya yang berupa perdu cocok sebagai pagar masif misalnya di pinggir jalan atau sungai buatan.  Pagar masif itu untuk menciptakan kesan lunak sehingga kesan kaku jalan atau sungai hilang. “Bungur perdu juga elok bila dijadikan tanaman gantung sebab memiliki percabangan yang menjuntai,” kata Heri.

Tanaman introduksi lain yang Ricky datangkan dari mancanegara adalah Crinum lilies berdaun ungu pekat dan ramping. Lazimnya, daun crinum berwarna hijau dan lebar. Penampilan crinum asal Thailand itu makin terlihat cantik saat berbunga. Bunga muncul dua bulan setelah tanam, berwarna merah muda. Dengan penampilan itu, crinum lilies menjadi favorit para perancang taman. “Mereka menggunakan sebagai tanaman ground  cover pengganti alang-alang hitam,” kata Ricky.

Bunga cynometra elok mirip bulatan kapas (Insert: Daun muda cynometra berwarna merah tua) Koleksi istimewa lain di kebun Ricky adalah pohon Cynometra sp setinggi 1,5 meter. Tanaman anggota keluarga Fabaceae itu terlihat elok dengan pucuk yang menjuntai dan berwarna merah menyala. Penampilan kerabat namnam itu makin cantik saat berbunga. Bunganya berwarna putih, mungil, dan bergerombol di percabangan sehingga tampak seperti gerombolan kapas. “Dengan sosok seperti itu cynometra cocok ditempatkan sebagai vocal point di taman,” kata Heri Syaefudin.

Menurut Heri dalam industri lansekap, kehadiran aneka jenis tanaman hias baru menjadi dambaan para perancang taman. “Itulah sebabnya mereka terus berburu tanaman hias baru hingga ke mancanegara,” ujarnya. Heri misalnya mengoleksi Warszewiczia coccinea. Tanaman yang menjadi bunga nasional Trinidad dan Tobago itu cocok  sebagai pagar masif. Bunga tanaman keluarga Rubiaceae itu muncul di setiap ujung cabang, berwarna merah sehingga kontras dengan warna daun. Perawatan Warszewiczia coccinea juga mudah. “Cukup berikan pupuk kompos setiap enam bulan,” kata Heri.

Minim rawat

Nun di Sentul, Bogor, Gunawan Widjaja, memperkenalkan Tecomanthe sp. Tanaman rambat itu tampil cantik dengan bunga berbentuk terompet yang muncul tak kenal musim. Bunga berwarna merah muda itu tersusun rapi membentuk roncean. Dalam satu roncean bisa terdiri atas 20 bunga.  “Tecomanthe cocok ditanam di pinggir kolam. Pada saat bunga rontok, bunga akan mengapung di permukaan kolam dan menjadi pemandangan yang cantik,” katanya.

Warna daun selaginella berubah biru tatkala ternaungiKoleksi Hari Harjanto juga tak kalah menarik. Di kebunnya di Cilodong, Depok, Jawa Barat, ia mengoleksi Selaginella sp. Tanaman paku-pakuan itu unik dengan warna daun yang berubah menjadi kebiruan bila tumbuh di tempat teduh. Hari memperoleh selaginella setahun lalu dari Thailand, lalu memperbanyaknya. Selaginella yang diperbanyak dengan potongan daun itu cocok sebagai elemen taman vertikal karena pertumbuhannya cepat sehingga cepat rimbun.

Menurut Gunawan dalam dunia lansekap sejatinya semua tanaman dapat digunakan sebagai penghias taman. “Tergantung keinginan pemilik. Pemilik bisa saja menambahkan tanaman buah, obat, atau aromatik, sebagai salah satu penghuni taman,” katanya. Yang penting sang pemilik taman mudah memelihara, tanaman tahan serangan hama dan penyakit, serta tetap cantik meski minim perawatan. “Pemilik taman biasanya menginginkan tanaman murah, tapi tetap cantik,” kata Hari Harjanto. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img