Wednesday, January 28, 2026

Tanaman Obat yang Kerap Digunakan sebagai Bahan Ramuan Jamu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Inilah 3 tanaman obat yang kerap kali dijadikan bahan ramuan jamu. Mereka bisa ditemukan di dapur, halaman rumah, kebun, atau bahkan gulma di ladang.

Jahe (Zingiber officinale)

Rempah yang banyak ditemui di dataran beriklim tropik dan subtropik ini diperkirakan berasal dari India. Daunnya tunggal, sepanjang 15—23 mm dan lebar 8—15 mm. Daun bagian tepi rata, berujung runcing, dan berwarna hijau.

Mahkota bunga berbentuk tabung kuning kehijauan. Di bagian bibir mahkota bunga berwarna ungu dengan bintik putih kekuningan. Jahe mengandung minyak atsiri, gingerol, zingeron, resin, zat pati, dan gula.

Rimpang dipakai sebagai obat batuk, antimual, dan dijadikan minuman pengusir masuk angin dan kembung. Ada 3 macam jahe, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah.

Jahe putih besar memiliki rimpang besar dan menggembung, jahe putih kecil berimpang agak rata dan sedikit menggembung. Sementara jahe merah warna rimpang merah tetapi ukurannya lebih kecil dibanding jahe putih kecil.

Kandungan gingerol—zat antiradang—dalam jahe merah lebih tinggi dibanding dua macam jahe lainnya. Kandungan minyak asirinya mampu menghangatkan tubuh sehingga melegakan saluran pernapasan, meredakan batuk dan asma. Di Indonesia, jahe merah lebih banyak ditemui di Lampung.

Kemuning (Murraya paniculata)

Orange jasmine berbunga wangi ini, memiliki sebutan berbeda di tiap daerah. Masyarakat Sunda menyebut kamuning; NTT, kajeni; Maluku, eseki; Ambon, kamoni. Kemuning biasanya tumbuh liar, tapi kini banyak digunakan sebagai tanaman penghias pagar.

Ia dapat tumbuh hingga ketinggian 400 m dpl. Ada jenis yang tumbuh besar setinggi 3—8 meter. Namun, yang biasa dipilih untuk penghias pekarangan berdaun kecil dan lebat. Daun, ranting, kulit batang, dan akar kemuning berkhasiat sebagai antiradang, antinyeri, penghilang bengkak, hingga pelangsing tubuh.

Daun kemuning antara lain mengandung cadinene, methylanthranilate, bisabolene, dan tanin, yang berkhasiat obat. Perasan daun kemuning yang ditumbuk sampai lumat dan dicampur air, dapat menghaluskan kulit jika dioleskan setiap malam.

Sebagai pelangsing tubuh gunakan daun kemuning yang direbus bersama daun mengkudu. Sedangkan rebusan daun dan akar kemuning ampuh mengatasi radang buah zakar, radang saluran napas (bronchitis), haid tak teratur, keputihan, dan kencing nanah.

Tumbukan daun kemuning dicampur daun kaca piring dan sedikit arak, lalu dihangatkan, cocok untuk obat memar atau digigit serangga.

Alang-alang (Imperata cylindrica)

Tanaman yang dikenal sebagai gulma liar dan sulit diberantas itu mudah ditemui di berbagai tempat. Perkembang-biakannya sangat cepat melalui biji yang diterbangkan angin. Daerah kering yang mendapat banyak mendapat sinar matahari seperti ladang, pinggir jalan, dan padang rumput merupakan tempat tumbuh yang cocok.

Sosok pohon setinggi 30—180 cm, dapat tumbuh hingga ketinggian 1— 2.700 m dpl. Anggota keluarga rumput-rumputan itu memiliki rimpang kaku, tumbuh menjalar, panjang, padat, berbuku-buku, dan berambut jarang.

Daun lurus sepanjang 180 cm, lebar 3 cm, tegak, berujung runcing, dan berambut jarang. Bunga berupa bulir majemuk bertangkai panjang, warnanya putih, dan mudah rontok jika tertiup angin.

Rimpang dan akar alang-alang berkhasiat untuk obat. Akar alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, asam malat, asam sitat coixol, arundoin, silindrin, fernenol, simiarenol, dan anemonin.

Rebusan akar alang-alang berguna untuk menurunkan panas, menghilangkan bau badan, meredakan bengkak karena peradangan, menyembuhkan infeksi, demam, batuk, tekanan darah tinggi, sakit kuning, menghentikan pendarahan, sesak, dan batuk.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img