Thursday, January 29, 2026

Teknik Pengawetan Kayu Jabon: Awet Hingga 40 Tahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Kelembapan tinggi “musuh” kayu jabon. Itulah sebabnya para perajin lebih memilih kayu lain, seperti jati, mahoni, dan kayu nangka. Jabon memang tergolong kayu lunak dengan bobot jenis 0,42.

Bandingkan dengan kayu keruing (0,61), jati (0,72), dan ulin (0,88). Toh, kayu jabon menjadi idola pekebun lantaran cepat tumbuh, adaptif, dan relatif toleran gangguan hama dan penyakit. Cara pengawetan paling konvensional dengan merendam kayu dalam lumpur sungai atau lumpur sawah.

“Waktunya bisa sampai setahun lebih,” kata Prof Dodi Nandika guru besar Fakultas Kehutanan IPB. Tujuannya membilas sisa zat pati dalam batang. Pati itulah yang mengundang kumbang pelapuk untuk hinggap dan meletakkan telur.

Maklum, perusak utama bukan kumbang dewasa, melainkan larva yang baru menetas. Namun, perendaman sampai waktu tertentu malah menyebabkan pori-pori kayu tertutup sehingga mempersulit pengecatan.

Saat ini teknik perendaman masih menjadi salah satu prosedur pengawetan kayu pascatebang, tapi tidak lagi dilakukan di sungai maupun kolam lumpur. Pengguna merendam kayu dalam cairan pengawet dengan cara dingin, panas, maupun campuran keduanya.

Pada cara rendaman dingin, cairan pengawet diresapkan ke dalam pori-pori kayu seiring waktu. Cara itu mudah dan murah, tapi perlu waktu lama dan hasilnya kurang terukur. “Bisa jadi bahan pengawet belum meresap sempurna tapi kayu keburu diangkat,” kata Dodi.

Cara itu diperbaiki melalui teknik rendaman panas, dengan memanaskan kayu dalam tandon air hingga hampir mendidih. Cara itu lebih cepat: hanya perlu 2—3 hari untuk memasukkan bahan pengawet dalam tumpukan 20 m3 kayu. 

Namun, lebih mahal dan sulit lantaran mesti bolak-balik mengisikan cairan pengawet dalam tandon. Itu sebabnya hadir cara terakhir: campuran dingin-panas. Prinsipnya sederhana: memanaskan kayu dalam air mendidih selama beberapa jam hingga mengeluarkan gelembung, lalu memasukkan bahan pengawet sambil menghentikan pemanasan.

“Bahan pengawet akan tersedot masuk pori-pori seiring proses pendinginan,” kata Arinana MSi, dosen teknologi pengawetan kayu dan bambu di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Dengan cara itu, pengawetan kayu tuntas dalam waktu kurang dari setengah hari tapi bisa awet 40—50 tahun.

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img