Wednesday, April 17, 2024

Wujudkan Inklusivitas Ekonomi Biru, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Libatkan Peran Perempuan dan Disabilitas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Berdasarkan data satudata Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jumlah perempuan yang berprofesi sebagai pelaku usaha perikanan baik nelayan, pemasar antar pelabuhan, pemasar ikan, pembudi daya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam sebanyak 148.221 orang.

Jumlah itu dari total pelaku usaha perikanan yang terdata sebanyak 1.449.681 orang. Menyadari pentingnya peningkatan peran perempuan dan disabilitas dalam sektor kelautan dan perikanan, KKP mengambil sejumlah langkah, dari mulai penetapan kebijakan, program kerja, hingga peningkatan anggaran untuk kegiatan pengarusutamaan gender.

KKP bersama US Agency for International Development (USAID) berkolaborasi menyokong peran perempuan dan disabilitas dalam implementasi program ekonomi biru. Hal itu bertujuan mewujudkan pelaksanaan program ekonomi biru yang inklusif bagi semua kalangan.

“Pengarus-utamaan gender menjadi salah satu kunci keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi biru yang inklusif,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat membuka Pertemuan Nasional Keseteraan Gender, Disabilitas, dan Iklusi Sosial di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024) di lansir dari laman KKP.

Kegiatan bernama “Inspiring Inclusion” itu mempertemukan pejabat pemerintah, pemangku kepentingan perikanan, dan mitra pembangunan. Tujuannya untuk membahas strategi pemberdayaan perempuan dan kelompok marjinal di sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Trenggono dalam paparannya menuturkan program ekonomi biru KKP meliputi perluasan kawasan konservasi, kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya laut pesisir, dan darat yang berkelajutan.

Selain itu juga meliputi pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir, dan pulau-pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipatif nelayan. “KKP telah mengalokasikan anggaran pengarusutamaan gender yang terus meningkat setiap tahunnya dari Rp288 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp662 miliar pada tahun 2024,” tutur Menteri Trenggono.

Wakil Direktur USAID Indonesia, Erin Nicholson menuturkan pemberdayaan perempuan adalah tujuan pembangunan inti dari USAID. Yang menjadi dasar untuk merealisasikan pemenuhan hak asasi manusia dan kunci memenuhi hasil pembangunan. “Ketika perempuan berbuat lebih baik, negara menjadi lebih baik, masyarakat menjadi lebih baik, dan keluarga menjadi lebih baik,” kata Erin Nicholson.

USAID Indonesia Bersama Kelola Perikanan (Ber-IKAN), memberdayakan perempuan untuk menjadi agen peningkatan ekonomi dan pendukung perikanan berkelanjutan. Hal itu untuk mendorong upaya bersama menuju pembangunan masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif dalam mendukung ekonomi biru.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img