Saturday, January 17, 2026

Teknik Stump Grafting untuk Meremajakan Tanaman Buah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Meremajakan tanaman-tanaman buah-buahan dengan teknik stump-grafting bisa menjadi pilihan. Teknik peremajaan ini tidak mengganggu keseimbangan lingkungan yang sudah terbentuk.

Teknik stump-grafting ini memanfaatkan pohon tua. Tajuk pohon tua dipangkas secara bertahap sehingga hanya tersisa batang pokok dengan beberapa cabang besar. Stump atau bonggol pohon ini akan menghasilkan tunas-tunas baru. Tunas-tunas inilah yang diganti varietasnya dengan cara sambungpucuk (apical/wedge grafting).

Beberapa keuntungan dari teknik menyambung bonggol pohon antara lain, batang telah kokoh sehingga mendorong pertumbuhan dan mendukung produksi tetap tinggi. Perakaran telah mapan. Daya tahan terhadap lingkungan sudah teruji yang mencakup perubahan cuaca, hama, dan penyakit.

Selain itu, varietas baru relatif cepat tumbuh dan berbuah. Dapat menggabungkan beberapa varietas dalam satu pohon. Pohon tua yang akan diremajakan dipangkas secara bertahap agar tidak stres berat atau bahkan mati.

Bila dilakukan bersamaan dikhawatirkan pohon atau cabang dapat mati karena tidak ada daun untuk berfotosintesis. Sebelum memotong, pilih cabang primer sebagai kerangka dasar pohon baru.

Adapun untuk tahapan penyambungan  atau “transplantasi pucuk” sebagai berikut. Potong pucuk yang akan diganti sepanjang 10 cm—15 cm, lalu buat irisan membelah sepanjang 1cm—2 cm.

Pangkal entres disayat berbentuk “V”, juga sepanjang 1cm—2cm. Entres disisipkan di celah ranting yang telah dibelah. Ikat persambungan dengan tali plastik yang lentur. Entres disungkup plastik agar tidak cepat mengering. Luar plastik dibungkus lagi dengan kertas semen agar cahaya dan panas matahari dapat dikurangi.

Pertumbuhan entres dapat diamati setelah 3—4 minggu. Bila sambungan berhasil akan tampak tunas baru. Bila gagal, berwarna cokelat dan mengering. Jika entres mati, maka penyambungan harus diulangi lagi.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img