Wednesday, January 28, 2026

Tergoda Monster Cantik

Rekomendasi
- Advertisement -
Terdapat sekitar 500 monstera berukuran kecil dan 20 tanaman berukuran besar di Salmanda Plants Gallery. (Dok. Gabrella Chandrawati)

Dua monstera anyar meramaikan dunia tanaman hias.

Trubus — Chacha Binahati S.E. jatuh hati pada sosok montesra. Pehobi di Jakarta Selatan itu tersengsem pada daun monstera baru yang dominan kuning muda. Lazimnya daun monstera berwarna hijau. Itu adalah Monstera marmorata. Ia mendapatkan marmorata dari kolektor di Jakarta pada 2018. Kini ia tengah memperbanyak marmorata. Chacha menjual tanaman anyar setinggi 2 m itu seharga Rp11 juta—Rp12 juta.

Harga tinggi lantaran kehadirannya relatif jarang di tanah air. Nun di Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Iwan kepincut Monstera dilacerata. Ia tertarik dengan dilacerata karena amat langka di Indonesia. Lazimnya bagian tengah daun monstera berlubang, tapi dilacerata unik. Struktur daun tanaman itu mirip iga, ada tulang utama, tulang tengah terus ke pinggir. Iwan mendapatkan dilacerata dari kenalan asal Brasil pada 2018.

Monstera mormorata masih jarang di Indonesia
dan digemari karena daunnya dominan warna
kuning muda. (Dok. Gabrella Chandrawati)

Berkembang

Saat itu tanaman hanya berbentuk batang sejengkal tangan orang dewasa, tanpa tunas dan akar. Ia tengah memperbanyak tanaman anggota famili Araceae itu. Iwan berencana melego

16dilacerata satu daun berdiameter 20 cm seharga Rp5 juta—Rp10 juta. Kehadiran dua pendatang anyar itu memeriahkan dunia monstera tanah air. Sebelumnya pehobi tanaman hias dimanjakan dengan keelokan Monstera deliciosa yang daunnya hijau dan monstera variegata.

Permintaan monstera variegata tinggi tapi pasokan terbatas. (Dok. Gabrella Chandrawati)

“Deliciosa paling laris terjual di tempat kami. Sementara permintaan monstera variegata paling tinggi,” kata Chacha yang juga pemilik Salmanda Plants Gallery. Permintaan variegata tinggi karena tanpa pasokan. Tanaman lain yang dicari pembeli yakni monstera thai collection. Chacha menuturkan tren monstera tengah naik daun. Kehadiran jenis baru dan pehobi baru salah satu indikatornya.

Chacha salah satu pemain baru monstera. Ia mengoleksi tanaman kerabat talas itu sejak 2017. Ia memilih monstera lantaran perawatan mudah dan cocok di dalam ruangan. Semula ia hanya memiliki 10 monstera. Pada 2018 Chacha pun mendirikan nurseri monstera bernama Salmanda Plants Gallery. Kini ia mempunyai 500 monstera berukuran kecil dan 20 tanaman berukuran besar.

Ia hanya menjual monstera siap pajang yang terawat baik dan tidak menjual monstera kecil untuk menghindari kematian. Harap mafhum pembeli monstera pada umumnya pehobi pemula sehingga belum memahami betul cara merawat tanaman itu.

Keruan saja harganya lebih mahal daripada membeli di tempat lain. Musababnya pembeli tidak perlu bersusah-payah memikirkan pot yang tepat serta media tanam dan pupuk yang sesuai. Menurut Chacha faktor lain menggeliatnya tren monstera karena media sosial seperti instagram. Ia mengatakan, “Tanaman menjadi latar belakang dan mempercantik setiap produk yang dijual di media sosial. Pengetahuan masyarakat tentang tanaman pun meningkat. Mereka merasa berkontribusi dalam kampanye go green meski hanya memiliki satu tanaman”.

Tahan banting

Chacha Binahati S.E. (kanan) pemilik Salmanda Plants Gallery. (Dok. Gabrella Chandrawati)

Keberadaan monstera memang memperindah lingkungan karena lokasi penempatan fleksibel dan terlihat mendominasi jika diletakkan di sudut mana pun. Chacha optimis tren monstera berlanjut hingga 2024. Alasannya banyak konsumen yang ingin menambah koleksi monstera baru. Terutama pehobi baru yang semula hanya memiliki monstera hijau lalu berangsur menambah koleksi menjadi monstera berwarna lain seperti variegata.

Iwan pun sependapat tren monstera masih cerah jika selalu ada jenis baru saban tahun. “Saat ini konsumen mencari tanaman yang bisa tumbuh di dalam dan luar ruangan serta mudah dirawat. Monstera termasuk jenis tanaman itu,” kata pria kelahiran Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah itu. (Gabrella Chandrawati)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img