Wednesday, August 17, 2022

Tersebab Urine, Suburlah Seruni

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Tanaman krisan yang memperoleh nutrisi biourine menghasilkan bunga yang lebih awet.

 

Para petani meggunakan urine domba sebagai nutrisi krisan. Mereka memperoleh tiga faedah sekaligus.

Masa pandemi korona juga menyulitkan Ferry Ferdian memperoleh pupuk. Namun, petani di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu tak kehilangan akal. Ferrry memanfaatkan pupuk urine domba. Ia dan petani lain seperti Uman Somantri yang tergabung di Gapoktan Sari Tani Jaya memelihara domba. Uman Somantri menampung urine 20 ekor domba miliknya dengan lapisan plastik di bagian bawah kandang.

Suburnya gulma pada bedengan krisan yang diberikan biourine domba menandakan pH tanah berubah menjadi optimal, yaitu pH 6,5.

Urine domba kemudian mengalir ke gentong. Produksi urine domba 20 liter setiap 4 hari. A memfermentasi urine selama 7—10 hari. Setiap 2 hari ia membuka dan mengaduk larutan pada pagi dan sore. Tanda biourine sudah siap digunakan warna larutan menjadi cokelat serta bau amonia sangat berkurang. Uman mencampurkan urine fermentasi itu dengan 0,25 liter EM4, molase (0,5 liter), pupuk Urea (5 gram).

Lahan subur

Menurut Uman penggunaan biourine ada dua metode, yakni pengocoran dan penyemprotan. Pengocoran biourine dilakukan setiap pekan sejak krisan berumur 1—4 pekan atau selama fase vegetatif. Populasi 20.000 tanaman krisan membutuhkan 20 liter untuk 4 kali aplikasi atau 5 liter sekali kocor. Selanjutnya hingga bunga mekar dapat menggunakan metode penyemprotan biourine.

Biourine yang digunakan hasil pengenceran 1,5 liter. Jadi, ia mengencerkan 1,5 liter urine fermentasi itu dengan 17 liter air bersih. Aplikasi biourine semprot sepekan sekali. Ferry mengatakan pada awal pertumbuhan hingga perlakuan penyinaran tambahan (0—25 hari setelah tanam, hst) pertumbuhan krisan yang diberikan biourine domba justru lebih lambat ketimbang perlakuan normal.

Namun, setelah petani menghentikan perlakuan penyinaran, pertumbuhan tanaman lebih pesat ketimbang perlakuan biasa. Itu sesuai riset peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Drs. Agus Nurawan, M.P.  Agus Nurawan membuktikan selisih tinggi tanaman krisan yang memperoleh biourine dengan tanpa biourine hingga 20 cm pada umur 60 hst.

Menurut Agus lambannya pertumbuhan tanaman krisan yang diberikan perlakuan biourine pada awal pertumbuhan atau fase vegetatif karena sifat biourine yang merupakan pupuk organik yang lamban terserap oleh tanaman. Petani krisan lainnya, Yusuf Sajili, mengamati dampak penggunaan biourine domba pada kesuburan tanah. Yusuf memperhatikan tanah yang sudah tidak optimal untuk pertumbuhan krisan pH optimal 6,5.

Ferry Ferdian merasakan manfaat pengurangan biaya produksi dalam budidaya krisan setelah menggunakan biourine.

Di tanah itu biasanya gulma pun enggan tumbuh. Pertumbuhan krisan pun lebih kerdil ketimbang area lahan dengan pH yang sesuai. Setelah menggunakan biourine selama satu musim tanam terlihat pada bedengan krisan dipenuhi gulma serta pertumbuhan tanaman baik. Pria 54 tahun itu juga menggunakan biourine domba pada sedap malam. Biasanya pada rumah kaca berukuran 500 m2 Yusuf memanen 1.500 batang. Penambahan biourine domba menyebabkan panen melonjak, 4.000 batang.

Lebih hemat

Kelebihan lain penggunaan biourine domba, menurut Ferry, bunga lebih awet kesegarannya usia panen. Lazimnya bunga hanya bertahan 7—8 hari. Kesegaran bunga krisan potong biourine domba bertahan hingga 10 hari. Ferry Ferdian mengatakan, penggunaan biourine domba membuat biaya produksi lebih murah. Ferry tidak perlu sama sekali menggunakan pupuk kimiawi.

Selain itu, penggunaan insektisida sangat berkurang. “Dalam satu musim tanam krisan atau selama tiga bulan, hanya butuh 2—3 kali pemakaian insektisida kimiawi,” kata Ferry. Ia menuturkan, penghematan biaya untuk pupuk dan insektisida mencapai 30% dibandingkan cara biasa. Hama yang paling signifikan menyerang yaitu thrips. Thrips menyebabkan bunga mekar dengan tidak sempurna dan menimbulkan benjolan-benjolan.

Agus Nurawan mengatakan, sejatinya urine hewan memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK), meskipun jumlahnya tidak sebanyak pada pupuk kimiawi. Agus menduga efek biourine menghalau hama thrips karena bau amonia yang menguar dari larutan pupuk. Ketika bunga dipanen, bau amonia tidak tercium sama sekali. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali menggunakan urine, petani menghemat biaya, tanaman lebih subur, dan bunga pun awet. (Tamara Yunike)

Previous articleTersihir Rupa Gymno
Next articleAroid Jawara Kontes
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img