Monday, December 8, 2025

Tiga Masalah Penyebab Gagal Panen pada Cabai Teratasi dengan Tuntas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Banyak aral dalam budidaya cabai. Banyak petani cabai gagal memetik hasil panen karena tidak mampu melewati aral itu. Aral budidaya cabai seperti serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, untuk mendapatkan laba dari tanam cabai, petani harus melewati berbagai aral tersebut.

Halau thrips

Thrips kerap menyerang pucuk cabai. Ia mengisap cairan fotosintat, sumber energi tanaman untuk menumbuhkan batang dan buah. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat dan produksi pun menurun.

Cara mengatasinya sangat mudah. Tumbuk halus 50–100 lembar daun sirsak. Campur dengan 15 gram detergen dan 5 liter air. Setelah diendapkan semalam, saring larutan dengan kain halus. Setiap 1 liter larutan hasil saringan diencerkan dengan 10–15 liter air. Semprotkan cairan itu ke seluruh bagian tanaman, khususnya yang terdapat hama, pada pagi atau sore.

Bebas antraknosa

Antraknosa merupakan momok bagi petani cabai. Sebetulnya, banyak cara mengatasi antraknosa. Petani bisa memanfaatkan cangkang kepiting untuk menghalau antraknosa. 

Caranya, cabai merah direndam dalam 20 mg/ml ekstrak cangkang kepiting. Dengan begitu, cabai terbebas dari serangan cendawan Colletotrichum capsici, penyebab antraknosa. Untuk mencegah serangan di lahan, semprotkan air rendaman cangkang kepiting di sekujur tanaman.

Kontrol kutu daun

Kutu daun persik Myzus persicae menjadi hama tanaman cabai merah. Umbi bawang putih mampu mengatasi hama itu. Berdasarkan riset, umbi bawang butih terbukti mengatasi kutu daun. Konsentrasi paling efektif mampu mematikan hama hingga 100%. Dengan frekuensi penyemprotan paling efektif adalah setiap hari, persentase kematian mencapai 88,55%.

Tingkatkan produksi cabai

Petani bisa meningkatkan produksi cabai dengan ampas teh. Berdasarkan riset, pemberian 40 gram ampas teh per polibag dapat meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan meningkatkan persentase buah sehat hingga 35,8 %. Ampas teh mengandung karbon organik, tembaga, magnesium, dan kalsium yang bermanfaat bagi tanaman.

Artikel Terbaru

Tempe Himetan: Inovasi Tiga Kacang dengan Potensi Antidiabetes

Lazimnya tempe terbuat dari kacang kedelai saja. Razandinta Tafshiilaa Lubna, S.Ked. memodifikasi bahan dasar tempe dengan kacang hijau, merah,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img