Monday, August 15, 2022

Tillandsia Kian Menggoda

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tillandsia baru, bentuk unik dan bercorak menarik.

Tillandsia ‘sweet rose’ hasil persilangan antara T. capitata ‘silver rose’ dan T. streptophylla.
Tillandsia ‘sweet rose’ hasil persilangan antara T. capitata ‘silver rose’ dan T. streptophylla.

Sosok Tillandsia ‘sweet rose’ milik Cen Mutan di Bogor, Jawa Barat, itu begitu cantik. Tanaman setinggi 10 cm itu berdaun hijau, panjang, dan melengkung. Setiap helai daun tumbuh sehat dan kompak. Yang membuat sweet rose istimewa adalah adanya motif garis-garis putih yang muncul dari pangkal hingga ujung daun. Cen pantas bangga memiliki sweet rose sebab kolektor tillandsia bercorak masih sedikit.

Pria yang berprofesi sebagai dokter itu menuturkan sweet rose merupakan hasil persilangan antara T. capitata ‘silver rose’ dengan T. streptophylla. Perpaduan dua karakter itu membuat sweet rose tampil menarik meski tanpa bunga. Susunan daun sweet rose sangat rapi dan roset menyerupai capitata. Adapun ukuran daun yang panjang dan melengkung diperoleh dari karakter streptophylla.

Baru

Cen memanfaatkan tanaman anggota keluarga Bromelia itu sebagai komponen penyusun taman. Ia gemar memburu tillandsia jenis-jenis baru untuk melengkapi koleksinya. Di dunia terdapat sekitar 730 spesies tillandsia yang tersebar di benua Amerika bagian tengah dan selatan. Cen mengumpulkan 121 jenis tillandsia dari berbagai negara seperti Kostarika dan Amerika Serikat. Nyaris sebagian besar koleksinya tergolong eksklusif seperti T. duratii var. saxatilis, T. concolor, dan T. ‘gladiator’ sebab jarang dijumpai.

Penampilan T. duratii var. saxatilis berdaun menjuntai kebawah dengan ujung spiral.
Penampilan T. duratii var. saxatilis berdaun menjuntai kebawah dengan ujung spiral.

Duratii merupakan spesies endemik yang mendiami Bolivia bagian barat, Paraguay bagian timur, dan Argentina bagian utara. Tillandsia yang namanya diambil dari nama seorang holtikulturis berkebangsaan Italia, Durat, itu dapat hidup di dataran rendah hingga tinggi. Sebab duratii adaptif di ketinggian tempat 200—3.500 m di atas permukaan laut (m dpl).

Helai daun duratii tumbuh menjuntai. Ujung daunnya membentuk spiral membuat sosok duratii semakin unik. Apalagi seluruh permukaan daunnya tertutup oleh rambut-rambut halus berwarna putih keabuan. Penampilan gladiator dan concolor pun tak kalah indah. Gladiator merupakan hasil persilangan antara T. caput-medusae dengan T. fasciculata.

Penampilan T. concolor cantik dengan penampilan daun hijau kekuningan.
Penampilan T. concolor cantik dengan penampilan daun hijau kekuningan.

Secara keseluruhan penampilan gladiator mirip caput-medusae. Daun tumbuh meliuk ke atas mirip sosok medusa. Warnanya hijau tua berselimut rambut halus keabuan. Adapun concolor tampil cantik dengan warna daun hijau terang. Jika diletakkan di tempat bersinar matahari terik maka warna daunnya berubah merah. Concolor bisa tumbuh di tempat berketinggian 150—1.200 m di atas permukaan laut (m dpl). Lingkungan hidup yang nyaman membuat concolor tumbuh prima, bahkan diameternya mencapai 30 cm.

Tren

T. didisticha berdaun hijau keperakan memiliki susunan daun rapat dan roset.
T. didisticha berdaun hijau keperakan memiliki susunan daun rapat dan roset.

Cen juga mengoleksi T. didisticha ‘giant’, T. circinnatoides, dan T. funebris. Didisticha tumbuh sehat di atas kayu mati. Daun berwarna hijau keperakan tampak segar, tersusun sangat rapat, dan roset. Didisticha banyak dijumpai di Peru, Bolivia, Paraguay, dan Argentina. Ia menyukai wilayah dengan ketinggian tempat 500—1.500 m di atas permukaan laut (m dpl).

Sementara funebris bersosok mini dan sangat lambat tumbuh. Tinggi tanaman sekitar 1 cm dan berdaun kaku. Warna daun yang biru keperakan membuat funebris tampak eksotis. Begitu pula penampilan circinnatoides. Daun berwarna hijau gelap dan kaku. Pada bagian pangkal tanaman berselimut rambut halus berwarna putih.

T. circinatoides bersosok hijau gelap dan kaku.
T. circinatoides bersosok hijau gelap dan kaku.

Cen menuturkan tillandsia merupakan tanaman istimewa yang pas dengan gaya hidup moderen. Kerabat crypthanthus itu bisa diletakkan di mana saja, bahkan bisa hidup tanpa media tanam. Itu sebabnya, penggemar tanaman berjuluk air plant itu tak perlu takut kotor. Mereka juga bebas bereksperimen membuat wadah sesuai selera untuk meletakkan tillandsia. “Sejumlah tempat perbelanjaan moderen di Amerika Serikat bahkan menggunakan janggut musa alias T. usnoides untuk mempercantik ruangan,” ujar Cen.

Pendapat serupa juga dilontarkan Adelia Anastasia, pebisnis tanaman hias di Depok, Jawa Barat. Ia bahkan kerap mengkreasikan tillandsia dengan beragam wadah untuk menghias nurseri. Keberadaan tanaman udara itu kerap membuat pengunjung kagum. Adel—sapaannya—meletakkan tillandsia di sejumlah wadah seperti pot keramik, potongan kayu, bahkan kantung rajutan.(Andari Titisari)

T. gladiator hasil persilangan T. caput-medusae dengan T. fasciculata.
T. gladiator hasil persilangan T. caput-medusae dengan T. fasciculata.

 

Previous articleKulit Pisang Musuh Katarak
Next articleKreasi Elok Andy
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img