Trubus.id — Isu transisi energi dan misi pengurangan emisi karbon diprediksi akan menjadi agenda bersama dunia pada 2023. Isu transisi energi bukan hanya menjadi tantangan, melainkan bisa menjadi salah satu peluang pertumbuhan ekonomi.
Itu disampaikan oleh Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2023. Menurutnya, pemerintah melihat potensi ini dan bersama PLN memetakan potensi pengembangan.
“PLN memiliki peran yang cukup signifikan untuk menjadi pionir di sektor transisi energi,” kata Suahasil, dikutip dari laman PLN.
Suahasil mengatakan kunci dalam menghadapi tantangan perekonomian tahun depan adalah dengan memaksimalkan potensi dalam negeri. Selain itu, aspek yang paling penting dalam menghadapi ketidakpastian global adalah kolaborasi dan sinergi.
“Kita merespons dengan satu pembelajaran yang luar biasa yaitu perlunya sinergi semua pihak. Fiskal bukan hanya bekerja sama dengan moneter, kita bekerja sama dengan penegak hukum dan pemerintah daerah dalam segala aspek,” terang Suahasil.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi pada 2023 mendatang, PT PLN (Persero) turut berkolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder serta berkontribusi, khususnya di sektor ketenagalistrikan.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, memperkirakan konsumsi listrik tahun depan bisa mencapai 283,12 TWh atau tumbuh 4,74 %. Hal ini didukung pemulihan ekonomi di tahun ini dan kepercayaan publik terhadap perekonomian di tahun depan.
Permintaan (demand) kelistrikan sempat anjlok bahkan minus karena dampak pandemi. Dengan berbagai upaya terbaik (best effort), demand kelistrikan ditingkatkan kembali, dan diperkirakan terus mengalami perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang.
Di samping itu, isu transisi energi menjadi harapan baru bagi perekonomian tahun depan. Sebab, di tengah dunia berlomba mengurangi emisi dengan beralih ke energi yang ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal menjadi ceruk bisnis baru di tahun depan.
“PLN menangkap isu transisi energi ini bukan sekedar tantangan tetapi justru menjadi peluang untuk membuat Indonesia lebih baik dan tumbuh ke depan,” jelas Darmawan.
Tantangan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia adalah investasi yang besar. Untuk itu, PLN mengakselerasi pembangunan ekosistem transisi energi yang kondusif dan mengedepankan aspek inovasi serta efisiensi guna mencapai competitiveness.
