Sunday, January 25, 2026

Tren Lidah Mertua Perak

Rekomendasi
- Advertisement -

Warna daun perak dongkrak harga sansevieria.

Frosty Lady charm
Frosty Lady charm

Warna daun sanseveria itu keperakan dengan garis tepi berwarna putih di sepanjang daun. Itu dua keistimewaan sansevieria hasil silangan Santoso, penyilang di Parakan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. “Baru melihat sansevieria itu saja, kita langsung tertarik,” ungkap Irfan Syahroni, penyilang sansevieria di Kota Depok, Jawa Barat. Sansevieria berwarna perak relatif jarang lantaran sansevieria yang mewariskan warna keperakan juga terbatas.

Beberapa pewaris warna perak adalah Sansevieria pearsonii, S. francisii, S. aubrytiana, dan S. frosty spears. Sebenarnya warna daun pearsonii tidak terlalu keperakan. Namun, keturunannya cukup banyak berwarna perak, terutama bila dibandingkan dengan keturunan dari sansevieria jenis lain. Persentase kemunculan warna perak pada keturunannya, tergantung pula dengan induk lain.

Tergantung induk

Charm Lady x Frosty
Charm Lady x Frosty

Bila induk lain cukup kuat “darah” hijau, sifat keperakan dari pearsonii akan tertutupi. Persilangan antara personii dan S. trifasciata yang kuat gen hijau, maka warna perak akan kalah. Namun, bila pearsonii disilang dengan induk yang ada gen silver, maka keturunannya akan lebih jelas warna peraknya. Santoso menghasilkan beberapa lidah mertua berdaun perak seperti amy 2 dan finly.

Keduanya hasil persilangan S. aubrytiana dengan S. ballyii. Santoso pun memanfaatkan pearsonii untuk menghasilkan audy. Selain itu beberapa hasil persilangan tom grumbley menghasilkan keturunan berwarna perak seperti chila, josephine, milky way, snowy, dan rocky marciano. Kini beberapa sansevieria hibrida pun bisa menurunkan varian berdaun warna perak. Dua yang paling banyak dimanfaatkan ialah lady charm dan royal crown.
Banyak anakan lady charm berwarna keperakan. Bila ditelusuri, ternyata kedua silangan itu mempunyai “darah” pearsonii atau francisii. “Saya pernah membuat persilangan ulang pearsonii dan francisii. Hasil persilangan itu mirip dengan dengan royal crown,” ucap Irfan. Anggota Asosiasi Sansevieria Cimanggis (ASC) itu juga mempunyai beberapa hasil silangan berwarna keperakan.

Silangan pertamanya ialah aquila, keturunan florida hybrid (flaha) 13 dengan S. ernestii pada 2012. Para pehobi mengincar hibrida baru itu sebagai indukan. Flaha 13 pun sebenarnya mempunyai “darah” pearsonii. “Kebanyakan hibrida lama berwarna silver diawali dari pearsonii,” kata Irfan. Irfan juga sukses melahirkan beragam sansevieria perak lain, yakni cumolonimbus, la nina, dan beberapa tanpa nama.

Cumolonimbus merupakan hasil persilangan lady charm x frosty spears pada 2013. Adapun la nina merupakan kebalikan induknya, yaitu frosty spears x lady charm. Keduanya berdaun keperakan dan agak melintir. Bedanya, cumolonimbus memiliki corak hijau lebih banyak sehingga lebih cepat besar. La nina pertumbuhannya lambat sehingga lebih kecil. Silangan terakhir berdaun perak karya Irfan adalah yusuf merujuk pemilik induk sansevieria, Yusuf Arbi.

Sansevieria cumolonimbus.
Sansevieria cumolonimbus.

Dongkrak harga
Sanseviria yusuf itu hasil silangan antara leopard bat dengan S. aubrytiana yang sama-sama berwarna perak. Warna perak leopard bat sangat kuat, sedangkan warna perak aubreytiana kurang kuat, tetapi berdaun lebar. Para pehobi Thailand sebetulnya mengincar hibrida baru itu karena keunikannya. Pehobi menganggap hibrida baru berwarna perak cukup menarik sehingga bisa mendongkrak harga, terutama bila mempunyai corak.

Lady charm x S. twister
Lady charm x S. twister

Harga silangan biasa hanya Rp100.000 untuk anakan terdiri atas 5—6 daun. Namun, bila hasil silangan berdaun perak, maka harganya Rp250.000. Bahkan harga la nina Rp1-juta. Di kontes pun, sansevieria berdaun perak akan memperoleh nilai tambah karena relatif jarang. Harga itu tidak kalah tinggi daripada sansevieria variegata. Di balik kelebihannya, sansevieria berdaun perak mempunyai kelemahan.

Semakin kuat warna perak, pertumbuhan daun semakin lambat. Bahkan bisa dua kali lebih lambat daripada daun hijau dengan umur sama. Kurangnya klorofil penyebab lambatnya pertumbuhan. Faktor ketinggian tempat juga mempengaruhi. Di daerah dingin warna bisa lebih perak karena intensitas sinar matahari lebih tinggi. Di daerah teduh, warna perak akan meredup.

Yusuf, incaran pehobi Thailand.
Yusuf, incaran pehobi Thailand.

Banyaknya corak hijau di daun juga mempercepat pertumbuhan, meski hanya berupa garis atau cross bending. Di pasaran ada dua tipe warna perak, yakni daun murni berwarna keperakan dan berwarna perak karena bedak di sekujur daun. Yang berbedak itu biasanya terjadi pada sansevieria berdaun polos seperti S. pinguicula dan S. rorida. Untuk membedakan silver asli dan hasil berbedak dengan menggores atau mengelap daun. Bila warnanya pudar, berarti daun berbedak dan sebaliknya. (Syah Angkasa)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img