Trubus.id— Telur ayam serama menjadi harapan setiap peternak. Sebab, bulatan sebesar uang pecahan Rp500 itu awal kehidupan anak ayam. Tak heran bila peternak bersorak gembira begitu melihat induk mulai berkotek, lalu meletakkan telur di sarang.
Namun, mengharapkan kedatangan si mini ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Persentase keberhasilan menetas sangat kecil. Sosok mungil, bobot 350 g diduga menjadi penyebab. Jumlah telur sedikit dan daya eram induk rendah.
Fatalnya, tidak semua induk rajin bertelur. Kegagalan lain, telur gagal dibuahi lantaran infertil. Soal kawin serama jago. Tapi tidak semua sperma membuahi sel telur.
Kunci sukses beternak serama sebenarnya pada pemilihan induk bermutu bagus. Asal-usul induk sangat penting diketahui penangkar pemula. Kelak darah induk bakal diwariskan pada sang anak. Jadi, sosok fisik menjadi pilihan utama sebelum membeli.
Ayam berukuran mini terbukti menghasilkan induk cebol—kaki pendek. Kelebihan lain, betina pendek pun potensial untuk petelur unggul. Pinggul lebar sehingga daya tampung telur banyak dan gampang bertelur. Betina jangkung biasanya malah menyulitkan pejantan mengawininya.
Selain sosok, umur induk wajib diketahui agar tidak salah membeli yang kurang produktif. Oleh karena itu, belilah ke penangkar terpercaya yang bisa menjamin kualitas ayam. Lebih baik membeli induk remaja, umur 6—9 bulan dengan harapan peluang bertelur lebih besar dibanding yang sudah dewasa, umur 12 tahun ke atas.
Induk muda juga dikhawatirkan menghasilkan telur muda—kerabang lembek. Maklum, organ reproduksinya belum siap sehingga kegagalan pembuahan tinggi. Agar lebih yakin, pilih induk berkaki abu-abu. Betina seperti itu biasanya rajin bertelur; sedangnkan yang berkaki kuning, agak sulit.
Setelah itu barulah melihat dubur dan supit udang. Pilihlah yang lebar agar mudah bertelur. Pejantan tangguh pun berasal dari keturunan yang jelas. Paling tidak bisa diperkirakan anak-anaknya kelak. Idealnya, umur pejantan setahun atau lebih.
Kawin dini sah-sah saja untuk perkenalan. Namun, jaga staminanya jangan sampai loyo dengan pemberian pakan bergizi.
