Trubus.id— Teh Pagilaran merupakan varietas teh unggulan. Pantas 80% produksi teh dari perkebunan teh yang dikelola Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui PT Pagilaran itu menembus pasar ekspor. Berikut ini ada tujuh teh terbaik asal Pagilaran.
Teh PGL 1
Teh PGL 1 hasil seleksi individu dalam seleksi saudara tiri atau populasi half sib dengan tetua betina klon SKM118. Keunggulan teh itu yakni potensi daya hasil tinggi yakni 3,62 ton per ha per tahun, cita rasa seduhan baik, kadar polifenol tinggi (16,70%), aktivitas antioksidan sangat kuat (11,42 ppm), aroma wangi (3,7), warna bright (4), dan rasa seduhan enak (41,3).
Bentuk daun teh PGL 1 eliptikal memanjang, tepi daun bergerigi teratur (denticulate), ujung daun bertugi (aristate), warna pucuk p+1 hijau kekuningan, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
Teh PGL 3
Teh PGL 3 hasil seleksi individu dalam seleksi saudara tiri atau populasi half sib dengan tetua betina klon PS1. Teh itu memiliki potensi daya hasil tinggi 3,89 ton per ha per tahun, kadar polifenol tinggi (17,90%), aktivitas antioksidan sangat kuat (7,36 ppm), aroma wangi (4), warna bright (3,7), dan rasa seduhan enak (39,7).
Bentuk daun teh PGL 3 eliptikal, tepi daun bergerigi halus (serrulate), ujung daun acute, warna pucuk p+1 hijau kekuningan, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun agak bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
Teh PGL 4
Teh PGL 4 hasil seleksi individu dalam populasi half sib dengan tetua betina klon PS1. Teh itu memiliki keunggulan potensi daya hasil tinggi 3,67 ton per ha per tahun, kadar polifenol tinggi (19,80%), aktivitas antioksidan sangat kuat (7,95 ppm), toleran curah hujan tinggi, aroma wangi (4,5), warna bright (3,7), dan rasa seduhan enak (39,7).
Bentuk daun teh elliptical, tepi daun bergerigi halus (serrulate), ujung daun bertugi (aristate), warna pucuk p+1 hijau kekuningan, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun agak bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
Teh PGL 10
Teh PGL 10 hasil seleksi individu dalam populasi half sib dengan tetua betina klon TRI2025. Potensi daya hasil tinggi 3,82 ton per ha per tahun, kadar polifenol tinggi (17,90%), aktivitas antioksidan sangat kuat (11,02 ppm), toleran curah hujan rendah sekaligus curah hujan tinggi, aroma sangat wangi (4,7), warna bright (3,7), dan rasa seduhan enak (41).
Bentuk daun teh PGL 10 oval, tepi daun bergerigi halus (serrulate), ujung daun acute, warna pucuk p+1 hijau kekuningan, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun agak bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
Teh PGL 11
Teh PGL 11 memiliki keunggulan potensi daya hasil tinggi 3,56 ton per ha per tahun, cita rasa seduhan baik, kadar polifenol tinggi (18%), aktivitas antioksidan sangat kuat, dan toleran curah hujan tinggi.
Bentuk daun eliptikal memanjang, tepi daun bergerigi halus (serrulate), ujung daun accuminate, warna pucuk p+1 hijau, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun agak bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
Teh PGL 12
Teh PGL 12 hasil seleksi individu dalam populasi half sib dengan tetua betina klon TRI2025. Varietas itu memiliki keunggulan potensi daya hasil tinggi 3,94 ton/ha/tahun, kadar polifenol tinggi (17,50%), aktivitas antioksidan sangat kuat (10,59 ppm), toleran curah hujan tinggi, aroma wangi (4), warna bright (4), dan rasa seduhan enak (40,3).
Bentuk daun eliptikal, tepi daun bergerigi halus (serrulate), ujung daun acute, warna pucuk p+1 hijau kekuningan, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun agak bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
Teh PGL 15
Teh PGL 15 hasil seleksi individu dalam populasi half sib dengan tetua betina klon TRI2025. Potensi daya hasil tinggi 3,87 ton per ha per tahun, kadar polifenol tinggi (18,30%), aktivitas antioksidan sangat kuat (7,44 ppm), toleran curah hujan rendah sekaligus curah hujan tinggi, aroma sangat wangi (5), warna bright (3,7), dan rasa seduhan enak (40,3).
Bentuk daun elliptical, tepi daun bergerigi halus (serrulate), ujung daun acute, warna pucuk p+1 hijau kekuningan, warna daun tua hijau tua, dan permukaan daun agak bergelombang. Cocok untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi.
