Friday, August 12, 2022

Umbi yang Memanjakan Mata

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Rangkaian nyentrik yang terinspirasi dari bentuk burger karya Okki B. Rantow. (Dok. Okki B. Rantow)

Rangkaian bunga nan elok memanfaatkan kentang, ubi jalar, dan lobak.

Trubus — Umbi kentang, ubi jalar, lobak, dan bit hadir dalam beragam menu yang lezat. Penampilan menggoda selera. Di tangan perangkai bunga, umbi-umbian itu berubah, menggoda mata. Tampilan beragam umbi dalam rangkaian itu amat memikat. Willy Ang “mengolah” kentang dan ubi jalar menjadi rangkaian. Umbi Solanum tuberosum itu serupa pegunungan di iklim subtropis lengkap dengan salju dan padang rumput.

Okki B. Rantow dan Willy Ang (kiri-kanan) membuat rangkaian bunga artistik dari materi umbi-umbian.

“Cara membuatnya sangat mudah yakni menggunakan teknik grouping,” kata perangkai bunga dari Bandung, Jawa Barat, itu. Willy menggunakan 3 umbi kentang, menata berdampingan di piring landai. Ia membelah kentang lebih dahulu lalu memasukkan floral foam pada ruang bekas sayatan. Tujuannya untuk meletakkan bunga babys breath. Perangkai muda itu sengaja memilih babys breath putih sebagai perwujudan salju.

Warna ungu

Selanjutnya, Willy menata lumut di sekeliling deretan kentang untuk menggambarkan kondisi padang rumput. Sebagai sentuhan akhir ia meletakkan bunga ekor kelinci Lagurus ovatus kering di sela-sela kumpulan babys breath. Bagian hubungan masyarakat Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPD IPBI) Jawa Barat itu menuturkan membuat rangkaian bunga dengan bahan-bahan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari merupakan kegiatan yang mengasyikkan.

Rangkaian bunga yang terinspirasi dari panorama pegunangan menggunakan materi kentang karya Willy Ang. (Dok. Willy Ang)

“Perangkai bisa berkreasi menciptakan rangkaian bunga yang unik dan artistik dari materi tak biasa,” ujarnya. Karya lain Willy berupa rangkaian bermateri utama ubi jalar. Ia menerapkan teori warna monokromatik dengan mengusung warna ungu. Willy menggunakan 6 tiang besi berketinggian berbeda sebagai tempat untuk meletakkan materi rangkaian. Keenam tiang itu tertancap di wadah berselimut lumut.

Willy melubangi bagian tengah ubi jalar Ipomoea batatas untuk menciptakan kesan transparan. Pemilik toko bunga Flower Inc itu lantas mengambil tube kaca berisi air untuk menempatkan bermacam flora seperti daun anthurium kuping gajah, babys breath, bunga anthurium ungu, dan mawar ungu. Kemudian, ia menyematkan tube yang berisi flora itu di setiap tiang. Sulur-sulur tillandsia janggut musa menambah artistik.

Rangkaian bunga unik menggunakan ubi jalar
ungu kreasi Willy Ang. (Dok. Willy Ang)

Rangkaian karya Okki B. Rantow, perangkai bunga di Bandung, Jawa Barat, yang sama-sama memanfaatkan umbi-umbian pun tak kalah elok. Okki memilih kentang untuk membuat rangkaian yang terinspirasi dari bentuk burger. Membuat rangkaian yang unik itu mudah. Semula pria berkacamata itu membelah kentang menjadi dua lalu menyisipkan floral foam ke dalam belahan. Ia menyematkan amaranthus hijau mengelilingi floral foam. Terakhir, ia menambahkan aanggrek dendrobium, begonia, dan peacock.

Pertahankan bentuk

Bagian seksi pendidikan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) IPBI Bandung itu mempertahankan bentuk asli umbi agar lebih menonjol. Selain itu ia memilih bunga berkelopak mini. Tujuannya agar kehadiran flora tidak mengganggu wujud umbi. Okki meletakkan rangkaian eksentrik itu di atas nampan persegi panjang. Berkat kepiawaiannya memadupadankan umbi kentang dan materi flora, sekilas penampilan burger serupa dengan panganan asli.

Lobak menjadi materi dalam rangkaian penghias ruang karya Okki B. Rantow. (Dok. Okki B. Rantow)

Okki juga membuat rangkaian dengan menggunakan lobak dan bit. Pada rangkaian bermateri lobak ia mendaulat daun puring sebagai mitra. Okki menusukkan lipatan daun kroton itu pada tusuk satai. Pada akhir tusukan ia menggantinya dengan krisan pompom kuning. Tusuk satai yang berisi lipatan daun puring itu lantas ditancapkan pada kepala lobak Raphanus sativus.

Sementara pada rangkaian bermateri bit, Okki menyusunnya pada bejana keramik. Ia meletakkan floral foam di mulut bejana lalu menutupnya dengan amaranthus merah. Berikutnya Okki menata rapi satu per satu bit. Ia lantas menancapkan sejumlah tangkai krisan dan peacock kuning. “Ketiga rangkaian itu hadir dengan teknik sangat sederhana sehingga bisa dipraktikkan oleh orang awam sekalipun,” kata Okki.

Kreasi unik itu bisa dijadikan sebagai penyemarak pesta kecil atau pertemuan keluarga. Keruan saja kehadiran beragam umbi itu, mohon maaf, tak lagi memanjakan lidah para tamu. Umbi-umbi itu kini beralih fungsi, memanjakan mata. Panorama ruang keluarga pun aduhai. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img