Monday, January 26, 2026

Varietas Kubis yang Tahan Terhadap Serangan Penyakit Akar Gada

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Petani kubis kerap gagal panen karena serangan penyakit akar gada. Penyakit akibat cendawan Plasmodiophora brassicae itu mengganggu pertumbuhan kubis. Perakaran kubis sulit berkembang dan akar membesar. Dampaknya, tanaman sulit menyerap air, unsur hara, dan mineral dari tanah.

Gejala yang timbul membuat tanaman menjadi layu, kerdil, dan pertumbuhan akar tidak optimal. Tanaman terlihat layu saat siang, tetapi segar saat sore hingga malam.

Ferry T. Manimpurung, salah seorang petani yang pernah mengalami gagal panen kubis hingga 90% di kebun seluas 1 hektare. Itu terjadi pada Januari 2021. Saat itu Ferry hanya menuai 2.000 kubis dari 20.000 tanaman.

Parahnya lagi, harga jual kubis terjun bebas hingga Rp1.000–Rp1.500 per krop atau tanaman. Padahal, harga kubis mencapai Rp10.000 per buah saat kondisi normal. Kerugian Ferry pun mencapai Rp180 juta.

Salah satu perusahaan produsen benih di Bandung, Jawa Barat, PT Tani Murni Indonesia, merilis kubis tahan akar gada bernama Green Maestro. Varietas kubis itu bisa menjadi alternatif pilihan petani.

Menurut Yudi Kudiarto, S.P., Manajer Pemasaran PT Tani Murni Indonesia, kubis tahan akar gada itu merupakan benih introduksi dari Jepang. Kubis baru itu memiliki ketahanan terhadap akar gada sebesar 90%.

Potensi hasil panen krop kubis yang dipasarkan sejak 2020 itu mencapai 21,87–30,20 ton per hektare. Ukuran krop kubis memiliki tinggi 10,20–13,20 cm dan berdiameter 16,50–19,90 cm.

Adapun bobot setiap krop kubis yang terdaftar dengan kode CB 901 di Kementerian Pertanian sejak 2019 itu mencapai 0,8–1,3 kg. Green Maestro pun memiliki masa simpan 5–7 hari pada suhu ruang.

Yudi mengatakan, tren permintaan kubis anyar itu terus meningkat di masa mendatang. Alasannya, kubis itu menjadi solusi petani yang kewalahan menghadapi akar gada.

Meskipun belum sepenuhnya menyebar, kubis tahan akar gada dapat menempati daerah dengan kondisi tanah ekstrem seperti pada dataran tinggi di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Magelang (Jawa Tengah), dan Enrekang (Sulawesi Selatan).

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img