Fenomena itu terjadi juga di dunia buah. Mangga arumanis grade C yang berbobot 300—350 g atau 2/3 dari bobot buah grade A yang mencapai 550 g/buah, kini justru diminati pasar. “Dulu tidak ada harganya karena dianggap apkir,” kata Tatang Halim, pemilik toko buah Golden Agro di Jakarta. Setelah dikemas dan disematkan nama mangga cheri, arumanis mungil itu pun naik pangkat.
Harganya di toko buah modern melambung menjadi Rp31.000/kg atau 1,5 kali lipat harga arumanis super di pasar tradisional. Meski lebih mahal, mangga cheri disukai konsumen karena lebih manis dan tekstur daging buah lebih padat. Menurut Ir Edhi Sandra MS, ahli fisiologi tumbuhan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), buah matang berukuran kecil biasanya lebih manis karena berkadar air lebih rendah sehingga konsentrasi gula lebih tinggi. Sebetulnya mangga cheri pernah muncul 12 tahun silam dari kebun Galasari di Gresik, Jawa Timur. Sayang, produksi terhenti karena kebun beralih ke mangga introduksi.
Sepuluh kali
Hal serupa terjadi pada melon. Di gerai Foodmart, melon red cantaloupe dan carribean melon berukuran mini tak pernah sepi pembeli. Meski harganya fantastis yakni Rp30.000/kg, salah satu gerai Foodmart di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Tajur, Bogor, sanggup menjual rata-rata 50 kg melon mini setiap minggu. Padahal penjualan itu masih tahap menjajaki pasar. “Dengan penjualan seperti itu prospeknya cukup baik,” kata Sandi Lukmanti, dari bagian fresh product.
Disebut mini karena bobot kedua melon berdaging jingga itu rata-rata hanya 1—1,2 kg/buah. Bobot itu separuh rock melon yang lebih dulu beredar di pasaran dengan bobot lebih dari 2 kg. Menurut Nyoman Sukarata, produsen melon di Tapos, Bogor, Jawa Barat, permintaan melon mini sejatinya mulai marak sejak 2001. Dari tahun ke tahun permintaan terus meningkat. Pada 2001 Nyoman memanen 600 melon golden berbobot 0,5—0,7 kg/buah setiap bulan. “Permintaan terus meningkat hingga 10 kali lipat,” katanya.
Karena itu pada 2005 Nyoman menggandakan jumlah penanaman. Sejak itu ia memanen 1.000 buah per minggu. Pada 3 tahun terakhir produksinya 3.000 buah atau setara 1,5—2,1 ton melon per minggu. Seluruh hasil panen dijual ke toko buah Rejeki dan beberapa pasar swalayan yang menyediakan produk khas Jepang. Harga melon golden tak kalah fantastis. Di pasar swalayan golden dibanderol Rp17.000/buah.
Langsung tandas
Mengapa buah mini diminati pasar? Menurut Tatang Halim, buah mini disukai lantaran masyarakat perkotaan cenderung terdiri dari keluarga kecil: ayah, ibu, dan 2 anak. “Dengan begitu konsumsi buah per keluarga sedikit. Bila ukuran buah terlalu besar, banyak yang tersisa dan akhirnya dibuang karena tak lagi segar,” katanya. Konsumen menghendaki buah yang langsung tandas sekali santap.
Tatang menuturkan tren buah mini harus hati-hati dipahami. “Yang dicari pasar ialah buah berukuran mini, tetapi berkualitas setara buah grade A,” katanya. Jadi, bukan buah yang berukuran mungil lantaran tak pernah dirawat atau dipanen muda. Contohnya melon red cantaloupe. Melon yang diproduksi PT Momenta Agrikultura itu secara genetik memang berukuran mungil. “Sampai buah matang pun bobot buah tak lebih dari 1,2 kg,” ujar Wisnu Hascaryo, dari bagian riset dan pengembangan Momenta Agrikultura.
Fakta pada mangga dan melon itu mengingatkan pada semangka. Pada 10—20 tahun lalu semangka berukuran jumbo dianggap istimewa sehingga laris manis di pasaran. Kini hampir di seluruh pasar swalayan justru dibanjiri semangka mungil berbobot 2—3 kg/buah atau hanya sepertiga dari bobot semangka biasa yang mencapai 6—8 kg/buah. Agus Haryanto, pemasok buah di Magelang, Jawa Tengah, kewalahan melayani permintaan semangka kecil. Dari permintaan 10 ton per minggu baru terpenuhi 2—3 ton.
Di beberapa sentra, semangka mini pun mulai diminati pekebun. Contohnya Sugiyarto, pekebun semangka di Desa Pilang, Kecamatan Maseran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sebelumnya ia hanya mengebunkan semangka nina yang berbobot 5—8 kg/buah. Sejak 2 musim tanam lalu ia mulai mengebunkan black sweet—semangka mini tanpa biji yang dirilis PT Tunas Agro Persada—di lahan 1.100 m2 dengan populasi 800 tanaman. Dari masing-masing tanaman Sugiyarto memanen 2—3 semangka atau total 4—6 kg/tanaman.
Lebih untung
Menurut Sugiyarto mengebunkan semangka mini lebih menguntungkan. Bila menanam semangka nina, ia hanya memanen 1 buah dari masing-masing tanaman, semangka mini bisa 2—3 buah/tanaman. Harga jual black sweet juga lebih tinggi, Rp1.700/kg. Jadi, total pendapatan dari masing-masing tanaman Rp6.800—Rp10.200. Bandingkan dengan harga semangka nina yang hanya Rp500—Rp700/kg. Meski produksi lebih tinggi karena buah berbobot besar, tapi pekebun hanya memperoleh pendapatan Rp4.000—Rp5.600/tanaman.
Pun nanas. Sejak 2 tahun terakhir nanas batu mulai dijajakan di pasar modern. Ia tergolong nanas mini karena hanya berbobot 0,6 kg/buah. Ia diminati pasar karena berdaging garing dan empulur enak dimakan. Rasanya pun manis dengan kadar gula 19—20o briks.
Menurut Zoilus Sitepu, national specialist for fruit and vegetable Hypermart, konsumen buah khas seperti buah mini umumnya memiliki product knowledge yang baik. Artinya, konsumen tahu betul keunggulan buah seperti rasa lebih manis atau memiliki kandungan gizi tinggi sehingga baik bagi kesehatan. “Konsumen seperti itu biasanya tidak memperhitungkan harga. Walaupun lebih mahal pasti dibeli,” kata Zoilus. Lantaran itu, menurut Tatang tren buah mini saat ini masih terbatas di pasar kelas menengah ke atas.
Contohnya di Ranch Market buah mini dijajakan sebagai salah satu strategi diferensiasi produk. Pasar swalayan yang khusus menjajakan buah eksklusif itu secara berkala memperkenalkan buah baru yang khas. “Konsumen biasanya kaget melihat buah mungil tapi mahal, mereka lalu mencari info produknya,” kata Flora Christantie, management representative Ranch Market. Lazimnya mereka mencoba lalu ketagihan setelah merasakan bedanya. Strategi pemasaran buah mini akan berhasil bila buah yang dijajakan berkualitas maksi. (Imam Wiguna/Peliput: Destika Cahyana)
Melon red cantaloupe berbobot 1—1,2 kg/buah harganya Rp30.000/kg
Buah mini laris bila berkualitas tinggi
Melon golden berbobot 0,5—0,7 kg/buah diminati konsumen meski berharga mahal karena kadar kemanisan 17—200 briks
Nanas batu, sosok kecil tapi daging buah manis, padat, dan renyah
Mangga cheri, dulu dianggap apkir
