Thursday, August 11, 2022

15 Tahun Diteliti Pompa Air Bebas BBM

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kasus serupa dialami warga nun jauh di Gorontalo. Lahan jagung terlantar tak ditanam karena kelangkaan air. Padahal menurut Dr Ir Fred Rumawas MSc, dosen Ekologi Tanaman di Institut Pertanian Bogor, kebutuhan air bagi tanaman jagung selama pemeliharaan minimal 400—500 ml/musim tanam.

Sungguh sangat disayangkan. Padahal di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terdapat Sungai Bone yang lebarnya lebih dari 50 m. Aliran air rata-rata pada musim kemarau sekitar 15.000 l/detik dan mengalir terus tanpa henti. Namun, 90% airnya terbuang percuma ke laut lepas. Hal itu karena Sungai Bone terletak jauh lebih rendah daripada lahan pertanian.

PATM

Untuk mencukupi kebutuhan air, biasanya petani mengandalkan air irigasi. Namun, di daerah berbukit seperti Gunungkidul dan Gorontalo, irigasi secara gravitasi sulit dilakukan. Oleh karena itu digunakanlah sistem irigasi pompa. Toh, cara itu hanya menyelesaikan satu masalah dan menimbulkan masalah lain. Biaya operasional dan pemeliharaan pompa tinggi lantaran perlu BBM dan listrik sebagai sumber penggerak.

Kini dengan pompa air tanpa mesin (PATM) masalah itu bisa teratasi. PATM alat untuk memompa atau menaikkan air dari tempat rendah ke tinggi dengan cara kerja yang sederhana dan efektif. Yang lebih menggembirakan, HIDRAM (Hydraulic Ram)—nama lain PATM—tidak membutuhkan BBM atau listrik sehingga hemat biaya operasional.

Sumber energi pompa berasal dari tekanan dinamik atau gaya air yang timbul karena perbedaan ketinggian dari sumber air ke pompa. Gaya tersebut dipergunakan untuk menggerakkan katup sehingga diperoleh gaya yang lebih besar untuk mendorong air ke atas. Sumber air dapat berasal dari danau, aliran sungai, kolam, atau bendungan kecil. Karena mengandalkan tekanan dinamik air, maka debet air harus diperhatikan. “Debet air pada musim kemarau minimal 20 l/detik/unit pompa,” ujar Ir Dedi Kusnadi Kalsim M Eng, Dip HE, dosen Bidang Pengembangan Lahan dan Air, Institut Pertanian Bogor.

Tak hanya biaya operasional, biaya pemeliharaan pun murah, Rp50.000/ tahun. HIDRAM dapat beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam per hari. Kelebihan lain, PATM awet dengan masa operasional 10—20 tahun. Selain itu, pengoperasionalannya mudah karena dijalankan secara manual, tetapi bekerja secara otomatis. Pompa air tanpa mesin itu pertama kali dikembangkan Montgolfi er pada 1796 di Italia.

Di Indonesia, pompa itu dikembangkan Ade Purnama, direktur PT Tirta Anugerah Nusantara. Selama 15—20 tahun ia meneliti pompa air tanpa mesin. Tak tanggungtanggung, menimba ilmu ke Taiwan pun Ade lakoni agar pompa yang dibuatnya menjadi sempurna. Pompa Ade itu diberi nama Pompa Air Tanpa Motor (PATM). PATM berharga Rp30-juta/unit.

Cara kerja

Sistem kerja PATM diawali dengan aliran air dari sumber masuk melalui pipa pemasukan atau pipa penghubung dan keluar ke katup limbah. Gaya tekan air yang masuk ke dalam pompa akan mendorong katup pompa—katup limbah—ke atas sehingga tertutup dan menghentikan aliran air dalam pipa pemasukan. Akibatnya timbul daya tekan dalam pipa pemasukan yang memaksa air naik ke pipa pengeluaran. Lalu air itu ditampung ke dalam bak penampungan, hydrofor. Hydrofor berfungsi sebagai pemerata tekanan air. Dari bak penampungan air didistribusikan melalui pipa PVC ke lahan-lahan pertanian.

Tekanan tinggi dalam pompa juga akan mengatasi tekanan dalam ruang udara pada katup penghantar, sehingga katup akan terbuka dan air dari sumber akan mengalir lagi dari pipa penghubung. Perputaran itu berlangsung berulang-ulang dengan frekuensi yang sangat cepat. PATM mampu mengalirkan air secara terus-menerus selama 24 jam pada ketinggian antara 70—150 m yang diukur secara tegak lurus dari sumber air.

Pompa dipasang dengan jarak sekitar 18—24 meter dari sumber air dengan posisi lebih rendah, minimal 2 m dan maksimal 5 m. Jumlah unit pompa yang diperlukan tergantung ketinggian tempat dan luas lahan pertanian yang akan diairi. Untuk menjangkau ketinggian lebih dari 150 m dari posisi pompa, dibutuhkan sedikitnya 5 unit pompa. Dari hasil uji coba diketahui, satu unit pompa menghasilkan tekanan sebesar 2 bar yang dapat menekan air sampai ketinggian 20 meter dengan debit air 12 l/detik.

PATM, modal bagi petani yang kekeringan air seperti di Gunungkidul dan Gorontalo. Dengan pompa bebas BBM itu, air terjamin sepanjang tahun. Curahan air dari langit pun tak perlu jadi andalan lagi. (Rosy Nur Apriyanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img