Thursday, January 29, 2026

30 Kali Lebih Cepat

Rekomendasi
- Advertisement -

Tiga mesin: perontok, pengupas, dan penyortir biji kacang tanah mempercepat proses pascapanen.

Mesin pemolong kacang mampu merontokkan 300 kg kacang tanah dalam waktu satu jamPanen kacang tanah pada akhir Mei 2013 lalu membuat Sirkam Sinto pusing tujuh keliling. Pasalnya, pria berusia 63 tahun itu harus mencari 25 orang tenaga kerja untuk mencabut dan merontokkan polong kacang. Mereka bertugas memanen dan merontokkan 2,2 ton polong kacang tanah dari 0,5 ha lahan miliknya dalam dua hari. “Pengepul minta kacang yang sudah dirontokkan. Jadi kegiatan panen dan perontokan harus selesai secepatnya,” ujar Sirkam. Biaya panen dengan 25 pekerja hingga didapat polong kacang tanah mencapai Rp1,5-juta.

Kecepatan menjadi kunci proses pascapanen kacang tanah. Bila tertunda, polong cepat membusuk akibat kontaminasi cendawan Aspergillus flavus. Musababnya kadar air polong saat panen berkisar 50—60%, kondisi ideal untuk pertumbuhan cendawan. Makhluk liliput itu membentuk racun aflatoksin yang membahayakan kesehatan. Wajar kalau kehadirannya menjadi momok bagi petani kacang.

 

Silinder perontok

Andai Sirkam menggunakan alat perontok polong kacang tanah, tentu ia tak perlu pusing. Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian (BB Alsintan), Serpong, Banten, merilis perontok polong yang mampu merontokkan 240 kg polong kacang per jam. Itu 30 kali lebih cepat daripada cara manual, yang hanya mampu merontokkan 8 kg kacang tanah dalam 1 jam.

Bukan hanya lebih cepat, proses perontokan polong kacang tanah dengan mesin juga meningkatkan kualitas polong. “Mutu polong seperti persentase kotoran, polong rusak, dan rendemen biji dimulai dari proses perontokan,” kata Ir Agung Santosa, periset di BB Alsintan. Menurut Agung, mesin perontok itu mempunyai silinder perontok dengan kecepatan putar 300 rotasi per menit (rpm).

Ir Agung Santoso, penggunaan mesin mempercepat proses pascapanen kacang tanah“Itu menjadikan mesin mempunyai kapasitas perontokan 307,22 kg per jam,” kata Agung. Artinya, dalam sejam mesin itu mampu merontokkan paling banyak 307 kg polong kacang tanah, dengan hasil yang rusak hanya 1,3%. Perontokan manual menyebabkan 2% biji tercecer dan 2% polong rusak. Kerusakan yang umum terjadi seperti polong pecah atau memar akibat benturan.

Mesin itu berukuran panjang 170 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 150 cm. Di bagian samping terdapat meja pengumpan untuk menampung brangkasan—dompolan polong kacang tanah hasil panen, red.—sebelum masuk ke bagian pembawa. Bagian pembawa “menggiring” brangkasan dari meja pengumpan ke silinder perontok. Silinder itu gunanya merontokkan atau memisahkan polong kacang tanah dari brangkasan.

Penggunaan mesin perontok itu sangat mudah. Petugas tinggal memasukkan brangkasan kacang tanah ke dalam ruang perontok sambil tetap memegang tangkai brangkasan. Putaran silinder perontok menjadikan polong terpisah dari tangkai lalu keluar dari bawah silinder. Mesin itu sekaligus membersihkan polong kacang dari tanah. Pekerja bisa langsung mengumpulkan polong tanpa harus mematikan mesin.

Tak hanya perontok, BB Alsintan juga merilis mesin pengupas polong. “Bila memakai mesin, mengupas sekuintal kacang tanah hanya perlu waktu setengah jam,” kata Dedi Sumardi, teknisi di BB Alsintan. Itu karena  mesin berpenggerak motor bensin dengan kekuatan 0,5 tenaga kuda itu mampu memisahkan 180 kg polong kacang dalam 1 jam. Jika mengandalkan tenaga kupas, sekuintal polong memerlukan 5 orang dalam waktu 8 jam.

Keistimewaan lain, mesin hasil rancangan Ir Puji Widodo MSi, perekayasa BB Alsintan itu menghasilkan biji utuh hingga 95%. Sisanya berupa biji pecah dan tak terkupas. Untuk mengoptimalkan pengupasan, Puji menyarankan untuk menjemur polong selama 3—4 hari sampai kadar airnya turun dari 20% menjadi 12%. “Jika terlalu basah, biji kacang bakal ikut pecah,” kata Agung.

Kualitas biji utuh mencapai 95,71%Untuk mengupas polong, pengguna memasukkan kacang dalam bak pemasukan atau hopper. Kemudian sekat penutup pada bak masuk dibuka sehingga polong masuk ke dalam tabung silinder pengupas. Selama proses itu, pastikan putaran motor penggerak, silinder pengupas, dan blower stabil. Putaran silinder membawa polong turun dan terjepit di saringan. Dalam kondisi berputar, silinder menggerus kulit polong menjadi serpihan-serpihan kecil. Biji dan serpihan kulit lantas turun ke ayakan. Di sana, blower mengembuskan serpihan kulit yang ringan sampai terpisah dari biji. Biji terkupas keluar melalui lubang pengeluaran biji, sementara kulit dan kotoran keluar melalui lubang lain.

 

Sortasi

Ukuran biji kacang tanah dari satu kali pemanenan berbeda-beda. Ada yang kecil, ada yang besar. Untuk mengelompokkan biji berukuran sama, BB Alsintan merancang mesin sortasi. Mesin itu memilah biji kacang tanah menjadi 4 kelompok berdasarkan ukurannya. Biji kacang tanah berukuran 10—12 mm keluar dari lubang paling kanan, ukuran 6—8 mm keluar dari tengah, antara 5—6 mm keluar dari lubang sebelah kiri. Sementara biji berukuran kurang dari 5 mm akan keluar dari lubang paling kiri.

Mesin sortasi itu mampu memisahkan 300 kg biji kacang per jam dengan konsumsi bensin 1,2 liter. Efisiensi sortasi mencapai 85%. Artinya, sortasi mampu memisahkan ukuran kacang secara tepat dan cepat. Penggunaan tiga alat pascapanen kacang tanah itu membuat proses lebih singkat, sekaligus biaya tenaga kerja pun lebih hemat.

Mesin-mesin pascapanen kacang tanah itu cukup dioperasikan 2 orang. Seorang menjalankan mesin dan memasukkan polong kacang tanah, lainnya menampung hasil serta membereskan sampah seperti brangkasan atau kulit kacang. Total biaya untuk mengoperasikan 3 alat itu Rp400.000 termasuk untuk tenaga kerja dan bahan bakar. Lebih hemat dari ongkos panen hingga perontokan yang dikeluarkan Sirkam, Rp1,5-juta untuk 25 orang. (Kartika Restu Susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img