
Maret 2019. (Dok. Bondan Setyawan)
Trubus — Kenzho berlenggak-lenggok di atas panggung sembari membusungkan dada. Sesekali ayam serama itu mengibaskan sayapnya. “Mulai sesi awal, pertengahan, hingga akhir, Kenzho aktif kerja. Anatomi tubuh juga istimewa,” ujar juri asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Eka Andry DW. Tinton Suprapto yang melatih Kenzho menuturkan, tak ada persiapan khusus untuk mengikuti kontes.
Tinton menjemur setiap hari sembari membersihkan bulu-bulu serama. Tujuannya agar ayam terus bersemangat dan tetap sehat. Ia memberikan campuran beras merah, beras jagung, dan voer perbandingan 2:2:1 sebagai pakan. Menurut juri asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Andik Eko mengungkapkan ada tiga serama yang berebut jawara terbaik. “Kenzho paling matang dan pada menit-menit terakhir tetap semangat,” ujarnya.
Regional rasa nasional
Para juri pun sepakat menobatkan serama milik Fendy Lim itu sebagai best of the best (BOB) di kontes regional ayam serama di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada 3 Maret 2019. Total peserta 111 ayam serama. Ketua panitia kontes, Amak Sulton S.E. menuturkan, “Peserta melampaui target. Biasanya kalau kontes regional 80 peserta saja sudah bagus,” ujar Sulton. Para peserta berasal dari Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik, Surabaya, dan Jember.

menyukseskan kontes ayam serama.
Di kelas anakan, ayam serama milik Listianto dari Surabaya bernama Kyukyu meraih gelar best of chick (BOC). Menurut Andik Eko sejatinya ada ayam lain yang postur tubuhnya lebih baik daripada Kyukyu. “Sayang, ayam pesaing Kyukyu itu hanya diam. Sementara Kyukyu bekerja dari awal hingga akhir,” ujar Andik. Adapun di kelas betina, serama Amora meraih gelar terbaik atau best of female (BOF).
“Pesaingnya yaitu DJ Soda merupakan serama yang sering tampil dan menjadi juara. Pada kontes itu Amora lebih ceria dan bertenaga,” ujar Eka Andry. Mulai dari menit awal, pertengahan, hingga akhir, serama milik Heri Seragih aktif bekerja. Di kategori laga bintang anak, serama milik Listianto bernama Strom meraih gelar terbaik. Sementara di kategori laga bintang betina dan jantan, Amora dan Kenzho meraih BOF dan BOB. Di mata para juri serama-serama itu tampil mendekati sempurna.
“Secara umum kualitas ayam yang ikut kontes lebih baik daripada kontes-kontes regional sebelumnya. Persaingannya luar biasa, cukup sengit, sehingga para juri kesulitan memilih juaranya,” ujar Andik Eko. Eka Andry DW menyebut kontes ayam serama saat itu regional rasa nasional. “Karena ayam-ayam yang turun berkelas nasional. Selain itu lokasi kontes di basis komunitas ayam serama di Jawa Timur. (Bondan Setyawan)
