Tuesday, January 27, 2026

Omzet Rp27 Juta per Bulan dari Budidaya Jangkrik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Perkembangan pehobi burung kicau tidak pernah berhenti. Begitupun dengan peluang bisnis budidaya jangkrik. Selama masih banyak pehobi burung kicau, bisnis budidaya jangkrik masih menjanjikan.

Lilik Setiawan meraup omzet rutin puluhan juta per bulan dari hasil perniagaan jangkrik untuk pakan burung berkicau. Pemuda 27 tahun itu mulai beternak jangkrik pada Januari 2021 dengan 10 boks tripleks.

Setiap boks berukuran 1,9 m × 1 m × 0,8 m. Anak ke-2 dari empat bersaudara itu meletakkan 500 gram telur jangkrik per kotak. Telur akan menetas menjadi larva setelah 10 hari. Lilik membesarkan jangkrik selama 37 hari.

Ia menuai 20 kilogram jangkrik per kotak atau total 200 kilogram. Harga jual 45.000 per kg sehingga beromzet Rp9 juta. Pendapatan besar itu mendorong Lilik memperbanyak kotak hingga 25 boks pembesaran dan 5 boks induk.

Menurut Lilik, akumulasi panen 600 kilogram jangkrik per musim atau 37 hari. Ia menangguk omzet Rp27 juta per bulan. Keputusan Lilik beternak jangkrik setelah mendapat informasi dari pamannya, banyak peternak burung berkicau kesulitan mendapat pakan.

Di Kabupaten Tuban banyak penangkar atau pehobi burung murai batu. Benar saja, mereka meminta pasokan setelah Lilik panen perdana. Kini, Lilik memasok kebutuhan pakan burung pada 30 peternak murai batu.

Sering kali permintaan jangkrik juga datang dari peternak murai batu di Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Gresik—semua di Provinsi Jawa Timur.

Pemuda kelahiran Tuban itu membudidayakan jangkrik alam cliring karena perawatan mudah dan lebih tahan terhadap penyakit.

“Jangkrik saya ini bisa bertahan 7 hari di peternak murai batu,” tutur Lilik.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img