Trubus.id — Terdapat material canggih dari batuan yang masih merupakan bagian dari mineral industri yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Material ini di antaranya batuan basalt, batu bara, batu pasir. Ketiganya memiliki potensi pemanfaatan masing-masing.
Batuan basalt
Dr. Andri Subandrio dari Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung, mengatakan, batuan basalt merupakan salah satu jenis batuan beku dari aliran lava gunung berapi yang mengandung plagioklas basa.
Dalam sejarah konvensional, batu basalt hanya digunakan sebagai material untuk benda-benda atau situs monumental serta konstruksi. Sementara itu, pada industri modern, batu basalt dapat diolah menjadi glass wool dan basalt fiber.
Glass wool merupakan material berserat yang memiliki sifat insulator. Material tersebut digunakan sebagai peredam suara ataupun panas yang sangat efektif. Adapun basalt fiber biasanya digunakan untuk material otomotif berteknologi tinggi.
Lebih lanjut, pihaknya mencontohkan basalt yang ada di Amerika ataupun Eropa sekarang bisa menjadi produk andalan yang dikhususkan untuk teknologi tinggi. Dalam hal ini Eropa, Amerika, dan Jepang sudah membentuk suatu grup yang namanya Basalt Community.
Batu bara
Selain batu basalt, material canggih lain adalah batu bara. Selama ini batu bara hanya dikenal luas sebagai sumber energi ternyata telah mampu diolah menjadi berbagai material canggih di negara maju.
Pengolahan batu bara menjadi material canggih akan menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi daripada sekadar dijadikan bahan bakar.
“Dari coal mine itu harus ada coal refinery. Nah, kita hanya habis di sini (coal refinery). Hanya habis untuk energi saja. Katakanlah kalau kita punya unsur tanah jarang (rare earth), dapat dicampur dengan karbon untuk menjadi material canggih,” terang Andri seperti dikutip dari laman Institut Teknologi Bandung.
Penggunaan batu bara sekarang dapat dilihat pada industri carbon fiber, terutama untuk bodi supercar layaknya Ford. Selain itu, batu bara juga dapat menghasilkan material polimer superkonduktor berupa graphene dengan penambahan CO₂.
Dalam dunia fashion, batu bara dapat diolah menjadi perhiasan bernilai tinggi berupa intan sintetis melalui pembentukan dengan suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Intan sintetis yang dihasilkan pun tidak jauh berbeda dengan intan asli dari segi bentuk ataupun kekerasan sehingga keduanya menjadi sulit dibedakan.
Batu pasir
Menurut Andri, material canggih selanjutnya berupa batu pasir yang kaya akan silika. Silika ini kemudian membentuk mineral kuarsa yang dapat berasal dari batuan sedimen ataupun metamorf.
Ia menilai teknologi berbasis silikon dan kuarsa suatu saat nanti akan mendominasi dan hal itu sudah dimulai dari sekarang. Menurutnya, semua silika mempunyai andil yang sangat besar dalam industri ponsel, komputer, dan kamera yang banyak digunakan.
Melalui gambaran itu, menunjukkan silika digunakan pada industri semikonduktor yang menjadi tren dalam tiga dekade terakhir. Di samping itu, silika juga merupakan material utama dalam pembuatan sel surya yang mana sampai sekarang Indonesia masih mengandalkan impor teknologi ini dari negara lain.
Sayangnya, berdasarkan realita menunjukkan, sebagian besar material canggih yang dihasilkan dari batuan tersebut belum bisa diproduksi di dalam negeri. Padahal, bahan baku batuan yang diperlukan tersedia melimpah di Indonesia.
Kapasitas dalam negeri hanya mampu mengolah secara konvensional dan mengekspor material mentah untuk diolah di negara lain. Hal ini kemudian menjadi tantangan besar untuk mencari jalan agar Indonesia juga dapat menjadi pemain utama dalam industri material canggih dari sumber dayanya sendiri.
