Thursday, April 30, 2026

Kepala Balitbangtan Sampaikan Pentingnya Penguatan Kerja Sama dengan One CGIAR

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Prof. Fadjry Djufry,  Kepala Balitbangtan, menyampaikan pentingnya penguatan kerja sama dengan One CGIAR, saat mewakili Menteri Pertanian dalam pertemuan The 17th CGIAR System Council Meeting di Brisbane, Australia.

Pada pertemuan yang berlangsung dua hari itu dibahas mengenai reformasi CGIAR menjadi One CGIAR, yang meliputi sejumlah aspek seperti kerangka kerja, konsolidasi di beberapa wilayah, serta peningkatan akses pendanaan CGIAR.

CGIAR merupakan kemitraan global yang menyatukan organisasi yang bergerak dalam penelitian untuk ketahanan pangan di masa depan. Dalam perjalanannya, CGIAR mengalami reformasi tata kelola kelembagaan menjadi One-CGIAR.

International Rice Research Institute (IRRI) adalah salah satu lembaga riset internasional yang menjadi bagian dari CGIAR dan Indonesia merupakan host country bagi IRRI.

Dalam kesempatan itu, Fadjry menyampaikan penghargaan kepada anggota CGIAR System Council dan mengemukakan beberapa poin posisi Indonesia terhadap CGIAR.

“Suatu kebanggaan bahwa Indonesia dapat diundang pada pertemuan yang bergengsi ini, dan mewakili Bapak Menteri Pertanian, saya menyampaikan harapan Indonesia untuk dapat bekerja sama dengan One CGIAR. Saya yakin Indonesia sebagai salah satu negara berbasis pertanian terbesar di Asia dapat berbagi pelajaran berdasarkan pengalaman riset kita,” tuturnya.

Sebagai mitra strategis, Fadjry juga menekankan pentingnya penguatan dan peningkatan kerja sama, khususnya antara Indonesia dan IRRI yang sebelumnya telah menghasilkan capaian swasembada beras serta penguatan sistem pangan di Indonesia, terutama mengenai mekanisme kerja sama antarnegara, menyesuaikan dengan framework baru One CGIAR yang akan diusung.

Fadjry juga menyampaikan bahwa Indonesia akan mendukung transisi One CGIAR setelah reformasi. Peralihan CGIAR perlu didefinisikan dengan jelas.

“Bagaimana manfaatnya bagi kita dan menyelaraskannya dengan kebijakan dan strategi Pertanian Indonesia,”  imbuhnya, dalam rilis tertulis yang diterima oleh Trubus.

Lebih lanjut, Fadjry menyebut, beras adalah makanan pokok terpenting bagi Indonesia. Oleh karena itu, dirasa perlu adanya posisi yang lebih strategis dalam framework One CGIAR.

Indonesia ingin memiliki posisi yang lebih baik dalam perencanaan strategis dan kebijakan masa depan One CGIAR, terutama pada komitmen One CGIAR terkait pendanaan dan penelitian mengenai padi.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This