Thursday, January 29, 2026

Tehdia: Inovasi Teh Celup Manis Bebas Gula

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Teh dalam cangkir itu bercita rasa manis. Padahal tidak ada penambahan gula saat membuat teh celup manis itu. Itulah keunggulan Tehdia, bercita rasa manis meski tanpa gula. Inovasi olahan stevia itu besutan PT Darya Padma Enoes (DPE).

Direktur Utama PT DPE Nuning Nurcayani, Apt., memadukan teh hitam dan daun stevia. “Campuran stevia kering pada olahan itu sebanyak 30% dan 70% teh hitam,” kata Nuning.

Produsen olahan stevia yang berkantor pusat di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, itu mendapat pasokan daun stevia dari petani mitra di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, keduanya di Provinsi Jawa Barat.

Stevia memiliki tingkat kemanisan 300 kali lipat dibandingkan dengan gula tebu. (Trubus/ Widi Tria Erliana)

Syarat stevia dari petani berkadar air daun kering maksimal 8%, bebas dari kotoran, dan daun berwarna hijau lebih utama. Tim produksi PT DPE mengeringkan kembali menggunakan oven hingga kadar air kurang dari 3%.

Menurut Nuning setiap 1 kg daun stevia kering berasal dari 10 kg daun basah. Kebutuhan saban bulan 100—200 kg daun stevia kering seharga Rp60.000 per kg.

Tehdia memiliki dua varian yakni orisinal dan leci. Harga produk itu Rp38.000 per 10 teh celup dan Rp68.000 per 20 teh celup. Penjualan produk inovasi olahan stevia itu melalui loka pasar dan apotek di Bandung Raya, Provinsi Jawa Barat.

“Konsumen rata-rata orang yang bermasalah dengan gula darah dan yang mulai beralih pada gaya hidup sehat,” kata Nuning.

Nuning menuturkan  bahwa permintaan Tehdia meningkat setiap tahun. Pada 2018 produksi Tehdia hanya 2.000—4.000 boks per bulan. Kini kapasitas produksi 8.000 boks per bulan dengan omzet sekitar Rp50 juta.

Kapasitas saat ini masih bisa bertambah hingga 15.000 boks per bulan. Produk Tehdia merupakan hasil riset bersama dengan Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, sejak 2016.

“Setelah beberapa kali diskusi dengan BPOM akhirnya ada satu kategori pangan baru, yakni teh celup manis. Baru kami mengklaim teh celup bebas gula,” kata Nuning.

Produk Tehdia telah mengantongi sertifikat United States Food and Drug Administration (FDA) pada 2021. Nuning mempromosikan Tehdia melalui melalui media sosial dan pameran baik lokal maupun mancanegara.

Pada penghujung 2023, Tehdia menjadi produk yang berpartisipasi di pameran Espacio Food & Services di Santiago, Cile.

PT DPE tengah berupaya mengekspor produk olahan stevia itu. “Pada 2022 sudah kirim sampel sebanyak 100 set masing-masing varian ke Malaysia,” kata alumnus Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, itu.

Permintaan lain dari Turki dalam kemasan bulky untuk pemanis alami di kafe-kafe kopi. Namun jumlah permintaan belum diketahui.

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img