Wednesday, January 28, 2026

Tip Sukses Budikdamber

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Halaman sempit, tetapi ingin memanen ikan dan sayuran sekaligus? Teknologi budidaya sayuran dan ikan di satu wadah, budikdamber dapat menjadi solusi.

Anda dapat membudidayakan lele dan patin di dasar ember serta sayuran seperti bayam, kemangi, daun poko, genjer, seledri, selada, dan cabai. Satu ember dapat terisi 50—100 ekor lele. 

Panen ikan pada umur 3 bulan. Adapun panen sayuran daun saat berumur 1 bulan. Dalam 3 bulan Anda dapat  memanen sayuran sampai 6 kali.

Budikdamber atau budidaya ikan dan sayuran dalam ember sangat mudah dilakukan karena bahan-bahan yang dibutuhkan. Selain itu untuk merakit budikdamber juga mudah dan ekonomis. Ikan lele, patin, gabus, sepat, dan betok pas mengisi budikdamber.

Ikan-ikan itu tahan terhadap kadar oksigen rendah dan tahan kualitas air buruk atau kekeruhan tinggi. Sebab, budikdamber tidak menggunakan aerator, pompa, maupun filter.

Hampir semua tanaman konsumsi bisa ditanam pada sistem budikdamber. Periset budikdamber, Juli Nursandi, S.Pi, M.Si, memformulasikan media khusus, terdiri atas arang, kain, dan tanah (AKT).

Pehobi bisa menambahkan pupuk pada media AKT bila nutrisi dalam air budikdamber masih kurang untuk jenis tanaman tertentu. Kepadatan benih lele dalam satu ember 60 liter mencapai 60—100 ekor berukuran benih 5—7 cm.

Panen pada 2,5—3 bulan kemudian dengan produktivitas 3—6 kg. Populasi ikan selain lele, 15 ekor patin berukuran 100—120 gram, 20—40 betok atau sepat berukuran 30—50 gram, dan 10—15 ekor gabus berukuran 50—100 gram.

Panen ikan selain lele sekitar 5—8 bulan dengan produktivitas 2—3 kg. Oleh karena itu, Juli menganjurkan untuk memelihara ikan berukuran besar dan dipelihara sebagai kulkas hidup.

Juli menyarankan pehobi menggunakan 10 wadah tanam yang dipasang mengelilingi pinggiran mulut ember berdiameter 50 cm dan tinggi 70—80 cm. Ember itu bervolume 60 liter air.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img