Trubus.id—Pehobi kucing kerap membawa klangenannya itu untuk mudik ke kampung halaman saat hari raya. Agar kucing tetap prima maka perlu persiapan sebelum pergi mudik. Pehobi kucing di Kota Kota Depok, Jawa Barat, Metta Nurdamayanti misalnya membawa dua kucing kesayangannya untuk memeriksakan diri ke dokter hewan.
Pemeriksaan untuk mengetahui kesiapan kucing baik fisik maupu psikologis untuk menempuh perjalanan jauh. Metta ingin mengetahui detail kondisi Sapi dan Gerry— nama kedua kucing koleksi Metta. “Saya harus memastikan tidak ada kutu di badan mereka sebab bisa menimbulkan stres,” kata Metta.
Alumnus Universitas Pendidikan Indonesia itu biasanya memangku kucing kesayangan selama di dalam mobil menuju Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. “Mereka lebih tenang dipangku dan dipeluk dibandingkan dengan berada dalam cat carrier,” ujar Metta. Ia juga menyiapkan camilan berbentuk cair.
Ia menuturkan, camilan cair mengandung air sehingga ia tak perlu membawa air untuk kucing kesayangan. “Camilan yang dimakan adalah camilan sehari-hari,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai guru itu. Metta dan keluarga juga menciptakan suasana yang tenang agar Sapi dan Gerry tenang dan nyaman.
Menurut dokter hewan DNA Animal Clinic, drh. Ayu Khoirunnisa, pemilik kucing harus memiliki keranjang untuk membawa kucing (cat carrier). Tujuannya memudahkan ketika membawa kucing dari satu tempat ke tempat keranjang dapat terbuat dari rotan, besi, alumunium, atau plastik. Pastikan ukuran keranjang tidak terlalu sempit.
Lengkapi juga keranjang dengan handuk, kain atau selimut yang sering dipakai sehari-hari supaya kucing nyaman. Bekal lain yang harus dibawa selama perjalanan adalah pakan dan camilan. “Bawa pakan maupun camilan yang menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Ayu.
Penggantian pakan secara tiba-tiba bisa memicu diare. Pastikan pula sang klangenan menjalani serangkaian vaksin, pemberian tetes kutu, dan obat cacing. Jika kucing diberi satu jenis pakan dalam jangka waktu flora yang berkembang di usus juga menyesuaikan diri untuk mencerna pakan.
Saat pergantian pakan secara tiba maka flora usus tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan pakan yang baru dengan cepat. Akibatnya, sebagian besar pakan tidak tercerna dan terjadi diare.
