Trubus.id—Kasus buah mangga duduk pada varietas mangga gedong gincu menjadi kendala para pekebun. Pasalnya untuk pasar ekspor tidak boleh ada buah duduk. Bentuk buah cenderung kotak, bagian dasar buah mangga melekuk ke bagian dalam seperti dasar buah apel.
Akibatnya buah dapat berdiri tegak jika diletakkan secara vertikal di permukaan datar. Pekebun mangga gedong gincu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Syahril Sidik, mengatakan harga buah duduk langsung anjlok. Kasus buah duduk peringkat ketiga kendala bagi para pekebun mangga gedong gincu.
Menurut ahli hama dan penyakit tanaman Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika , Dr. Affandi sel terbentuk oleh protein. Penyusun utama protein adalah nitrogen. “Bisa jadi nitrogen tidak tersedia pada saat perkembangan buah,” ujarnya.
Bisa juga nitrogen tersedia, tapi tidak terserap oleh tanaman, misalnya karena kekeringan pada saat fase perkembangan buah. Affandi mengatakan, malformasi juga bisa terjadi jika pekebun menggunakan paklobutrazol, yakni zat pengatur tumbuh (ZPT).
Pekebun memanfaatkannya untuk membuahkan mangga di luar musim. Paklobutrazol berperan menghentikan pertumbuhan vegetatif tanaman. “Pada saat diberi paklobutrazol tanaman membutuhkan pasokan nutrisi supertinggi,” ujarnya.
Jika tanaman diberi ZPT, tapi ketersedian nutrisi kurang memadai, maka perkembangan buah menjadi tidak optimal. “Namun, itu baru teori. Untuk kasus itu perlu penelitian khusus,” kata Affandi.
Menurut peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Barat, Drs. Agus Nurawan, M.P., penyebab malformasi buah kemungkinan akibat kekurangan unsur mikro, terutama boron (B). Unsur itu berperan dalam translokasi atau pengangkutan hasil fotosintesis (asimilat) ke buah sehingga berpengaruh terhadap perkembangan buah.
Hasil penelitian di sentra mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, menunjukkan pemberian 5 gram mikroboron per pohon dapat menurunkan kejadian buah duduk dari semula 30% menjadi 10% Lokasi penanaman juga harus diperhatikan.
Pilih lahan yang subur sehingga mampu memasok kebutuhan nutrisi yang cukup saat tanaman berbuah. Pastikan juga air tersedia selama perkembangan buah.
Kekeringan saat fase buah menghambat pengangkutan nutrisi dari tanah ke tanaman. Akibatnya nutrisi yang tersedia di tanah tidak mampu diserap tanaman sehingga perkembangan buah menjadi tidak optimal.
