Friday, January 16, 2026

Mentan Amran Tinjau Tanaman Tebu di Kabupaten Merauke untuk Dukung Produksi Gula Nasional

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, ditargetkan menjadi daerah percontohan pertanian modern. Harapannya mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain komoditas padi, Kabupaten Merauke juga memiliki potensi pengembangan tebu.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung meninjau pertanaman tebu di Kabupaten Merauke. Hal itu sebagai proyek strategis nasional dalam mengurangi impor yang cukup besar.

Ia menuturkan kebun tebu itu rencananya akan terintegrasi dengan pabrik gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Hari ini kita berada di kawasan proyek strategis nasional untuk tebu, rencana kita bangun 500 ribu hektare dan ini nanti yang bisa mengurangi import white sugar, raw sugar, dan seterusnya,” ujar Mentan di Distrik Tanah Miring, Papua Selatan, Rabu, 17 April 2024 di lansir pada laman Kementan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa proyek itu solusi permanen untuk meningkatkan kesejahteraan petani, agar Indonesia tidak perlu bergantung pada kebijakan impor. Artinya, produksi dalam negeri akan meningkat seiring meningkatnya jumah pabrik gula di sejumlah daerah.

“Saya kira ini adalah solusi permanen untuk Indonesia. Kalau ini 500 ribu hektare (ha) jadi, ini adalah masa depan negara kita yang bisa mengurangi devisa kita yang digunakan untuk impor, juga meningkatkan kesejahteraan petani, kemudian menekan impor, kemudian kesejahteraan meningkat, devisa kita bertambah. Ini luar biasa,” tutur Mentan Amran.

Mentan Amran menuturkan saat ini pemerintah tengah menggarap lahan seluas 20 ribu ha lahan sawah. Total yang ditargekan 500 ribu ha. Mentan Amran optimis target itu dalam waktu dekat akan tercapai.

Alasannya, Indeks Pertanaman (IP) semusim di Merauke yakni 2 kali dan harapannya meningkat 3 kali dalam semusim. Menurut Mentan Amran penugasan dan pengawalan proyek gula nasional merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan produksi dalam negeri tumbuh dan berkembang pesat. 

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img