Trubus.id—Keunikan warna bulu membuat perkutut menjadi primadona. Menurut peternak asal Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Lukman Nur Wahid ada tiga jenis perkutut yang kini banyak diminati. Perkutut itu terdiri dari putih kapas, golden, dan putih lurik.
Ia menuturkan perkutut putih kapas saat ini menjadi salah satu perkutut unggulan yang ada di kandangnya. Selain keunikan warna bulu, harga jual perkutut putih kapas lebih tinggi dibandingkan dengan jenis perkutut lain.
Lukman menjual perkutut putih kapas berumur 4 bulan seharga Rp400.000—Rp500.000 per ekor. Semakin dewasa harga perkutut semakin naik. Perkutut berusia 9 bulan berharga Rp1 juta— Rp2 juta per ekor.
“Yang termahal, saat perkutut berusia dewasa mulai lebih dari 1 tahun harga bisa sampai Rp3 juta per ekor,” ujar pria berusia 45 tahun, itu. Adapun untuk sepasang perkutut putih kapas siap produksi, Lukman membanderol Rp4 juta.
Ia menjual perkutut hasil budidaya sejak perkutut berumur 4 bulan. Alasannya saat itu perkutut bisa makan dan minum sendiri. Bulunya pun halus dan menutupi seluruh badan. Selain perkutut putih kapas, banyak pehobi yang menyukai perkutut golden.
Ciri khas perkutut golden memiliki mata berwarna hitam dan bulu cokelat dengan kombinasi garis-garis kecil berwarna hitam. “Harga perkutut golden setara perkutut putih kapas,” kata pemilik Lukindo Birdfarm itu.
Selanjutnya perkutut putih lurik juga banyak diminati lantaran berbulu putih dengan kombinasi garis (lurik) cokelat di bagian dada dan sayap. Perkutut jenis itu berharga lebih murah dibandingkan dengan perkutut putih kapas dan golden.
Lukman hanya membanderol perkutut putih lurik umur 4 bulan Rp250.000—Rp400.000 per ekor, usia dewasa atau lebih dari 1 tahun Rp500.000—Rp800.000, dan sepasang siap produksi Rp1,6 juta. Tiga perkutu itu menjadi primadona hobiis.
