Thursday, January 29, 2026

Pekebun Anggur Terapkan Cara Tanam Hebel, Buah Sehat Bebas Pecah dan Busuk

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pekebun lazimnya menanam bibit anggur langsung di tanah. Namun, Nandang di Bandung, Provinsi Jawa Barat, menerapkan modifikasi teknik tanam di tanah. Alih-alih membuat lubang tanam langsung di tanah, Nandang justru menimbun dahulu area tanam dengan media tanam.

“Dengan cara itu anggur yang dipanen bebas dari pecah dan busuk buah. Tanaman juga sehat,” kata Nandang.

Mula-mula Nandang membuat jalur tanam serupa bedengan. Panjang jalur menyesuaikan lahan, sedangkan lebar 50—60 cm. Di tepi kanan dan kiri jalur tanam, Nandang memasang hebel alias bata ringan. Ia menancapkan hebel sedalam 10 cm dan menyusunnya setinggi 50 cm.

“Hebel yang masuk ke dalam tanah berguna sebagai pondasi,” ujar Nandang. Area kosong yang terbentuk di antara dua barisan hebel itulah yang digunakan sebagai area penanaman. Selanjutnya, Nandang membuat jarak tanam 1 m antartanaman.

Ia menerapkan jarak tanam rapat lantaran keterbatasan lahan. Alasan lain Nandang mendirikan kebun di lahan seluas 1.300 m2 itu sebagai kebun edukasi. Yang menarik, tanaman tetap tumbuh subur dan sehat. Nandang menyebut teknik tanam di tanah yang sudah dimodifikasi itu dengan  tanam anggur di atas tanah.

Tanam anggur ala Nandang juga menjadi solusi bagi pehobi dengan luas lahan sempit. Musababnya pehobi tidak perlu membuat saluran air. Air penyiraman yang melewati media tanam langsung merembes ke dalam tanah. Terobosan jitu itu untuk mengamankan panen dari pecah buah maupun busuk.

“Tentunya dibarengi dengan perawatan yang optimal seperti pemangkasan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit,” kata Nandang.

Deni Sopandi memilih cara berbeda dengan Nandang. Deni membangun parit di antara barisan tanaman. Ia membuat parit selebar 50 cm di setiap 2 baris tanaman. Jarak antardua baris tanaman sekitar 2,4 m. Sementara jarak antartanaman sekitar 1,5 m.

Parit senantiasa terisi air kecuali 70 hari pasca kemunculan bunga. Deni melengkapi kebun dengan atap berbahan plastik ultraviolet agar tanaman terlindung dari hujan.

Pemilik Keboen Anggur Changri itu menuturkan bahwa keberadaan parit memudahkan perawatan tanaman. Petugas tak perlu lagi khawatir mengatur kebutuhan air untuk tanaman.

Petugas bisa fokus ke perawatan cabang, penanganan hama dan penyakit, serta menjaga kualitas buah. Deni mengandalkan pupuk organik dan pestisida nabati untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img