Trubus.id–Embun tepung menjadi momok bagi pekebun melon. Dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Universitas Gadjah Mada, Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D., menuturkan, embun tepung merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen Podosphaera xanthii.
Cendawan itu menyerang daun, bunga, dan buah. Spora putih hinggap pada daun atau batang, kemudian mengering dan mati. Infeksi cendawan pada tingkat ringan menurunkan mutu hasil panen.
Bahkan, serangannya mengurangi kandungan gula dan aroma serta menyebabkan gagalnya pembentukan jaring pada permukaan buah.
Penyebaran penyakit itu melalui udara, binatang, atau pengaruh lingkungan. Suhu untuk perkembangan penyakit embun tepung 22—26oC dengan kelembapan 80—88%.
Ia menuturkan cara menanggulangi serangan embun tepung diantaranya dengan memilih varietas melon yang agak tahan embun tepung. Ani menyarankan pencegahan embun tepung dengan penyemprotan air panas secara berkala.
Perawatan kejut panas dengan air bersuhu 50°C selama 20 detik efektif mencegah embun tepung. Konidia embun tepung diinokulasi 24 jam setelah perlakuan.
Penyemprotan air panas efektif menekan embun tepung setelah aplikasi lapangan. “Air panas menurunkan penggunaan pestisida dan menurunkan jumlah cendawan yang resisten. Cara itu juga mengurangi spora,” tutur Ani.
Pekebun di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ikbar Naufal Z., S.M. menyemprotkan fungisida kontak berbahan aktif permancozeb atau klorotalonil secara berkala setiap 4 hari sekali.
Tujuannya mencegah pertumbuhan spora cendawan patogen Podosphaera xanthii.
