Thursday, January 29, 2026

Buah Nona Rapat ke Batang

Rekomendasi
- Advertisement -

Buat Markus Amin buah srikaya new varietas selayaknya juga berhak hidup lebih dekat dengan sumber makanan-batang. Pengalaman Markus, di dekat batang new varietas seragam besar-besar. Bobotnya optimal 600-800 g per buah. Beda dengan yang dibiarkan hidup di ujung tajuk-di sini secara alamiah buah Annona squomosa muncul. Bobot buah di  ujung tajuk rata-rata 400-500 g. Hanya 20-30% buah di ujung tajuk yang bisa mencapai bobot optimal.

‘Itu terjadi karena buah di ujung tajuk lebih sedikit mendapat pasokan makanan ketimbang jika posisinya dekat batang. Di cabang atau batang besar jumlah saluran floem dan xilem lebih banyak sehingga aliran nutrisi dan karbohirat pun lebih besar,’ tutur Yos Sutiyoso, pakar fisiologi tanaman di Jakarta. Makanya Markus mendorong buah muncul ke dekat batang.

Pangkas dalam

Ketika tanaman srikaya dipangkas, bunga segera bermunculan. Posisinya di bekas ketiak daun tak jauh dari tajuk yang dipangkas. Terkadang ditemui 1-2 bunga yang muncul di tengah atau dekat pangkal cabang. ‘Karena tanpa perlakuan, peluang kemunculannya sangat kecil. Hanya keberuntungan,’ kata Eddy Soesanto, penangkar buah di Jakarta Timur.

Markus tanpa sengaja menemukan trik memacu munculnya bunga di tengah cabang atau dekat batang utama. Suatu kali sesosok pohon daunnya terlalu lebat dan pemilik Virosa Tani itu berencana memindahkan lokasi tanam ke tempat lebih lapang dan terang. Markus pun menggunduli pohon nona itu sebagai persiapan pindah tanam. Tak dinyana bunga bermunculan di bekas dudukan daun, hingga ke dekat batang utama.

Dari sana ayah 3 anak itu menemukan trik memunculkan bunga di tengah cabang dan dekat batang utama. ‘Kuncinya tetap pada pemangkasan,’ katanya. Bedanya, penangkar lain memangkas 3-4 daun tua di ujung tajuk hingga tinggal tangkai dan sedikit sisa daun. Tujuannya supaya muncul bunga di sana. Markus sebaliknya. Daun di ujung tajuk dipertahankan. Markus hanya memangkas tunas daun paling muda-ukurannya kecil dan biasanya masih menggulung. Itu dibarengi dengan pemangkasan daun-daun di cabang dekat batang utama. Pemangkasan itu hanya menyisakan tangkai daun sepanjang beberapa millimeter.

Jumlah daun tua di ujung tajuk yang dipertahankan tergantung kebutuhan. ‘Daun yang tersisa jangan terlalu sedikit, nanti pengolahan makanan melalui proses fotosintesis tidak cukup untuk membesarkan buah,’ tutur Yos Sutiyoso.

Seleksi buah

Markus biasanya menyisakan 4-6 daun di ujung setiap cabang. Dua minggu kemudian, tunas baru membawa bunga bermunculan di bekas tangkai daun yang mengering dan jatuh. Tunas juga muncul di ujung cabang. Lazimnya sebagai calon percabangan tanpa disertai bunga. Jika ada bunga, dibuang (lihat ilustrasi).

Dari sekian banyak bunga, hanya 50% yang menjadi bakal buah. Seleksi dilakukan saat buah berukuran sekelereng. Pada cabang sebesar jari telunjuk, cukup pelihara 1 buah. Cabang lebih besar boleh menggendong 2 atau 3 buah, asal buah muncul dari titik tunas berbeda. Hasilnya, setelah 3 bulan cabang-cabang tetap kokoh menyangga buah yang masing-masing bobotnya 600-800 g.

Menurut Ir Edhi Sandra MSi-ahli fisiologi tanaman dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor-cara yang dilakukan Markus itu logis. Pemotongan tunas ujung daun muda di cabang menghambat produksi auksin-yang diproduksi di dekat titik tumbuh di ujung cabang.

Mestinya auksin mengalir dari ujung cabang ke akar supaya akar tumbuh memanjang. ‘Nah ketika berjalan dari ujung cabang ke akar, auksin menghambat pertumbuhan tunas-tunas di cabang yang dilewatinya,’ kata Edhi. Makanya jika produksi auksin dihambat, tunas di cabang terdorong muncul. Penghambatan auksin juga memperlancar aliran sitokinin dari akar ke cabang yang mendorong munculnya tunas di percabangan. Pangkas daun yang menyisakan sedikit tangkai daun mempercepat tangkai daun rontok sehingga tunas di ketiak daun lebih cepat aktif.

Pupuk fosfor

Pada kondisi cukup karbohidrat, tunas yang muncul bakal diiringi dengan hadirnya bunga. Daun tua di ujung cabang disisakan dengan tujuan menghambat munculnya tunas di ujung. Daun yang tersisa pun dibutuhkan sebagai tempat fotosintesis untuk memasok energi tanaman.

Agar peluang keberhasilan tinggi, Markus mengatur pemupukan dan penyiraman. Seminggu sebelum pemangkasan, tanaman berumur 1,5 tahun diberi 250  g KNO3. Alternatif lain pupuk NPK dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi. Tanaman di pot, dosisnya setengah. Menurut Yos penambahan fosfor dan kalium, serta pengurangan nitrogen akan meningkatkan C/N rasio di tajuk tanaman. Pada kondisi C/N rasio tinggi, maka tanaman beralih dari masa vegetatif ke pembungaan dan pembuahan.

Setelah dipangkas penyiraman hanya 3 hari sekali. Baru setelah muncul bunga, penyiraman dilakukan setiap hari. Dua minggu pascapemangkasan semprotkan pupuk daun dengan fosfor tinggi untuk mempercepat munculnya tunas dan bunga.

Menurut Markus, cara itu sebaiknya diaplikasikan pada tanaman berumur di atas 1,5 tahun. Saat itu tanaman sudah memasuki masa produktif dengan batang dan cabang kuat. Tanaman pun tak bakal stres meski semua daun di pangkal cabang dibuang. Di sanalah sang nona bakal bergantung. (Nesia Artdiyasa)

Previous article
Next article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img