Sunday, January 25, 2026

Inovasi Produk Berbahan Dasar Kelor dan Manfaatnya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Permintaan ekspor kelor terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Direktorat Jenderal Tanaman Perkebunan, Kementerian Pertanian, mencatat bahwa permintaan ekspor moringa mencapai US$100 miliar dalam kategori ekspor produk herbal pada tahun 2023. 

Tanaman dengan nama ilmiah Moringa oleifera ini semakin dikenal luas, terutama dengan munculnya berbagai inovasi olahan kelor, seperti susu kelor.

Susu kelor merupakan campuran daun kelor dan susu yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik konsumsi, terutama bagi anak-anak yang kurang menyukai rasa daun kelor. Kombinasi ini menjadi inovasi tepat dalam diversifikasi produk berbasis kelor agar lebih mudah diterima oleh berbagai kalanga.

Produk olahan kelor lainnya, seperti susu kelor dan nugget kelor, juga semakin berkembang dan menjadi tren baru dalam industri pangan sehat. Selain itu, kelor dapat dikemas dalam bentuk kapsul untuk manfaat kesehatan yang lebih praktis.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kelor memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Tiga peneliti dari Program Studi Kebidanan, Universitas Nasional, Bunga Tiara Carolin, Cholisah Suralagu, dan Gita Dharmawanti, mengembangkan kapsul kelor sebagai suplemen untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). 

Dalam penelitian yang dilakukan pada 15 ibu menyusui di Puskesmas Cileles, Lebak, Banten, selama November 2020—Februari 2021, ditemukan bahwa konsumsi kapsul ekstrak kelor mampu meningkatkan produksi ASI secara signifikan. Rata-rata produksi ASI ibu menyusui yang diberikan kapsul kelor mengalami peningkatan dari 5,40 menjadi 7,47, dengan selisih 2,07. Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan fitosterol dalam daun kelor berperan dalam stimulasi produksi ASI, sehingga dapat menjadi alternatif alami bagi ibu menyusui yang mengalami kesulitan dalam produksi ASI.

Selain dikembangkan dalam bentuk kapsul, daun kelor juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan puding kelor. Penelitian yang dilakukan oleh Renita Afriza, Defniwita Yuska, dan Elsyie Yuniarti dari Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Padang, menguji tingkat kesukaan dan kandungan gizi puding kelor. Dalam penelitian ini, mereka menggunakan tiga variasi takaran tepung kelor, yaitu 3 gram, 5 gram, dan 7 gram, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap rasa dan kandungan nutrisi.

Hasil uji organoleptik yang melibatkan 25 panelis menunjukkan bahwa puding dengan 3 gram tepung kelor menjadi pilihan terbaik. Para panelis menilai puding ini memiliki warna kehijauan yang menarik, aroma khas kelor yang tidak terlalu menyengat, tekstur lembut, dan rasa yang tidak pahit. Dari segi kandungan nutrisi, setiap 100 gram puding dengan tambahan 3 gram tepung kelor mengandung 116,53 mg kalsium (Ca), 2,05 mg zat besi (Fe), dan 5,17 mg zinc (Zn). Sebagai perbandingan, puding tanpa tambahan tepung kelor hanya mengandung 106,41 mg Ca, 1,08 mg Fe, dan 4,22 mg Zn. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kelor pada puding dapat meningkatkan kandungan mineral penting bagi tubuh.

Kelor juga berpotensi digunakan dalam inovasi makanan penutup lainnya, seperti brownies kelor. Penelitian yang dilakukan oleh Ervin Rufaindah dari STIKES Widyagama Husada Malang menunjukkan bahwa brownies kelor dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil. Dalam penelitian ini, 20 ibu hamil trimester II dan III diminta untuk mengonsumsi 100 gram brownies kelor per hari selama 14 hari. Brownies ini dibuat dengan mencampurkan 100 gram daun kelor rebus ke dalam 350 gram adonan brownies.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi brownies kelor selama 14 hari berdampak positif pada peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat besi (Fe) dalam daun kelor yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin. Dengan meningkatnya kadar hemoglobin, risiko anemia pada ibu hamil dapat dikurangi, sehingga mendukung kesehatan ibu dan janin.

Berbagai inovasi olahan kelor, seperti susu kelor, kapsul kelor, puding kelor, dan brownies kelor, membuktikan bahwa tanaman ini memiliki manfaat luas, baik untuk kesehatan ibu menyusui, pemenuhan gizi, maupun peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Dengan meningkatnya permintaan ekspor kelor, peluang pengembangan produk berbasis kelor semakin terbuka lebar, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di pasar internasional.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img