Tuesday, May 5, 2026

Inovasi Pakan Aditif untuk Efisiensi dan Lingkungan Peternakan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Budidaya sapi perah dan sapi potong nasional masih menghadapi tantangan produktivitas yang rendah. Masalah ini terutama dipicu oleh manajemen pakan yang belum optimal dari segi kualitas maupun kuantitas.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Zoologi Terapan-BRIN, Ainissya Fitri, mengungkapkan rendahnya kualitas pakan berdampak langsung terhadap kesehatan hewan. Gangguan yang muncul meliputi stres fisiologis, diare, hingga terganggunya sistem reproduksi.

Kondisi tersebut turut memengaruhi efisiensi dan profitabilitas usaha peternakan secara menyeluruh. Tak hanya berdampak teknis, masalah pakan juga berkaitan erat dengan isu lingkungan.

Ruminansia seperti sapi dan domba menyumbang emisi gas rumah kaca, terutama metana yang dihasilkan dari proses fermentasi dalam rumen. Gas ini dilepaskan melalui sendawa dan ekskresi, menjadikannya ancaman bagi lingkungan.

Melansir pada laman BRIN, dalam menjawab tantangan ini, Ainissya menyoroti suplementasi pakan aditif berbasis tanin sebagai pendekatan inovatif. Tanin dikenal memiliki sifat antimikroba, antimetan, serta berperan sebagai antibiotic growth promoter (AGP) alami.

Selain itu, tanin mampu melindungi protein dari degradasi berlebih oleh mikroba rumen. Hal ini meningkatkan jumlah protein bypass dan efisiensi penggunaan nitrogen oleh ternak.

Penggunaan tanin tidak hanya menekan emisi metana, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan nutrien protein dan energi. Pendekatan ini diyakini dapat memperbaiki performa sekaligus menyehatkan ternak.

“Manipulasi pakan adalah kunci,” jelas Ainissya. Ia dan timnya mencoba mengeksplorasi tanin sebagai pakan aditif yang mampu meningkatkan performa serta kesehatan ruminansia.

Pakan aditif sendiri merupakan bahan tambahan seperti vitamin, hormon, antibiotik, atau senyawa bioaktif lainnya yang dicampurkan dalam ransum. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan dan performa optimal hewan ternak.

Dalam uji awal, formulasi tanin-mix yang terdiri dari campuran tanin dan asam amino menunjukkan hasil menjanjikan. Kombinasi ini mampu menstabilkan mikrobiota rumen, menurunkan stres metabolik, serta memperbaiki sistem imun hewan.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This