Monday, January 26, 2026

BRIN Tawarkan Model Agroindustri Gula Semut untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Peneliti dari Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Istriningsih, mempresentasikan model pengembangan agroindustri gula semut berbasis nira aren. Model ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Presentasi tersebut disampaikan dalam rangkaian acara Pareto 2025 yang digelar pada Jumat (8/8). Acara ini merupakan bagian dari program rumah riset yang difokuskan pada pengembangan model ekonomi di bawah naungan Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN.

Menurut Istriningsih, industri gula semut berbasis nira aren memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan rumah tangga di daerah. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. “Permintaan nasional terhadap gula semut mencapai 20 ton per bulan, sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya sekitar 5 hingga 10 ton,” jelasnya.

Melansir pada laman BRIN, tak hanya di pasar domestik, peluang ekspor juga masih terbuka lebar. Saat ini, kontribusi Indonesia terhadap pasar global gula semut baru mencapai sekitar 3 persen. Artinya, masih terdapat ruang besar untuk ekspansi dan pengembangan industri ini ke pasar internasional.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi. Di antaranya adalah keterbatasan bahan baku nira aren yang terus menurun dari tahun ke tahun, proses produksi yang masih sederhana, kualitas produk yang belum seragam, hingga pemasaran yang masih minim. Peralatan produksi yang digunakan juga tergolong tradisional dan belum efisien.

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Istriningsih menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan BRIN bertujuan untuk memetakan kondisi eksisting rantai pasok gula semut di Kabupaten Temanggung. “Setelah pemetaan dilakukan, kami akan mengidentifikasi aspek-aspek kritis yang perlu diperbaiki, mulai dari hulu hingga hilir,” tambahnya.

Hasil dari penelitian ini nantinya akan digunakan sebagai dasar pengembangan model agroindustri yang lebih efisien dan berkelanjutan, sehingga industri gula semut lokal dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img