Trubus.id – Keberadaan kucing liar endemik Indonesia kian terancam. Dosen Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB University, drh Tetty Barunawati Siagian, mengingatkan pentingnya konservasi terhadap spesies kucing hutan yang kini masuk kategori langka dan terancam punah.
Melansir pada laman IPB University, drh Tetty menjelaskan bahwa sejumlah spesies kucing hutan di Indonesia telah dilindungi undang-undang karena statusnya yang kritis. Di antara spesies tersebut adalah macan dahan (Neofelis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata), kucing merah (Catopuma badia) yang merupakan endemik Kalimantan, serta kucing bakau, kucing emas Asia, dan kucing tandang.
“Kucing hutan asli Indonesia ini bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati, tetapi juga merupakan kekayaan genetik nasional yang penting dijaga,” ujarnya.
Upaya Konservasi dan Ancaman Genetik
Sejumlah langkah konservasi telah dilakukan para peneliti, mulai dari identifikasi genetik, pembiakan selektif, hingga pembentukan pusat konservasi. Salah satu tujuan utamanya adalah menjaga kemurnian ras kucing lokal dari potensi persilangan dengan ras nonlokal.
Lebih dari sekadar isu ekologis, drh Tetty menyoroti pentingnya pelestarian kucing lokal dalam konteks budaya dan keseimbangan ekosistem. Menurutnya, kucing liar endemik ini berperan sebagai pengendali hama alami dalam rantai makanan, sekaligus memiliki nilai budaya dan simbolik di beberapa daerah di Indonesia.
“Kucing lokal cenderung lebih tahan terhadap penyakit dan kondisi alam Indonesia. Di beberapa daerah, mereka bahkan memiliki nilai budaya atau simbolik tersendiri,” jelasnya.
Peran Masyarakat dalam Pelestarian
Upaya pelestarian, lanjutnya, tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah dan lembaga penelitian. Keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting agar konservasi berjalan efektif.
Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), telah menggulirkan sejumlah program pelestarian yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset. Organisasi nonprofit dan komunitas pecinta hewan pun ikut ambil bagian, baik melalui edukasi, advokasi, maupun kegiatan konservasi lapangan.
Masyarakat umum juga bisa berperan aktif dengan cara melaporkan perburuan dan perdagangan ilegal, mendukung program pelestarian, serta meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga spesies kucing liar Indonesia.
“Keterlibatan bersama adalah kunci utama untuk menjaga kucing hutan asli Indonesia agar tetap lestari,” pungkas drh Tetty.
