Bagi banyak orang, hari belum dimulai sebelum menyeruput secangkir kopi hangat. Namun, di balik kenikmatannya, seringkali muncul pertanyaan: amankah kopi untuk lambung? Banyak yang langsung merasakan heartburn atau perut tidak nyaman setelah minum kopi. Lalu, apakah anggapan itu benar secara medis?
Jawabannya adalah: ya, betul sekali. Kopi memang dapat memicu gejala asam lambung naik atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Ini bukan sekadar mitos.Berdasarkan penelitian dalam jurnal Alimentary Pharmacology & Therapeutics, kopi merangsang produksi asam lambung berlebih. Selain itu, senyawa kafein dan lainnya dalam kopi menyebabkan relaksasi pada otot lower esophageal sphincter (LES). LES adalah klep yang bertugas menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan. Ketika klep ini mengendur, asam pun lebih mudah meluap dan menyebabkan sensasi panas (heartburn) dan nyeri ulu hati.
Namun, perlu dicatat bahwa pemicunya tidak melulu hanya kafein. Studi dari Scientific Reports menunjukkan bahwa senyawa lain dalam kopi, seperti catechols dan N-alkanoly-5-hydroxytryptamides, juga berkontribusi dalam meningkatkan sekresi asam lambung. Inilah mengapa kopi decaf (tanpa kafein) pun masih bisa memicu gejala pada sebagian orang, meskipun efeknya mungkin lebih ringan.
Jadi, hubungan antara kopi dan asam lambung memang nyata adanya. Kopi bekerja dengan dua cara: meningkatkan produksi asam dan melemahkan katup penahannya. Bagi Anda yang lambungnya sensitif, mengurangi konsumsi kopi adalah langkah bijak. Cobalah beralih ke varietas dark roast atau kopi decaf, perhatikan porsinya, dan hindari minum kopi saat perut benar-benar kosong. Dengan begitu, ritual ngopi Anda bisa tetap nikmat tanpa mengganggu kenyamanan lambung.
