Saturday, January 24, 2026

Riset Ungkap Rahasia Nutrisi Larva BSF untuk Kucing

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Guru besar Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB, Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, M.S., menilai larva BSF sangat layak dijadikan bahan makanan kucing. “Proteinnya lebih tinggi dibandingkan ayam maupun ikan,” ujarnya.

Keunggulan lain, BSF tidak memerlukan lahan luas seperti ternak ayam atau budidaya ikan. Maka, serangga ini berpotensi menjadi sumber protein masa depan yang ramah lingkungan.

Namun tantangan utamanya terletak pada tingkat kesukaan kucing terhadap rasa BSF. “Biasanya muncul aftertaste yang kadang tidak disukai, jadi perlu ditambahkan flavour seperti rasa ayam atau ikan,” ujar Dewi.

Ia meneliti formulasi tepung BSF dan menemukan bahwa dosis 25% dari total pakan membuat kucing enggan makan. Setelah menurunkan komposisinya menjadi 12%, kucing mulai menyukainya.

Dalam penelitian lanjutan, Dewi menggunakan protein hasil ekstraksi dari BSF yang sudah dibuang lemaknya. “Kucing paling suka bentuk itu, bisa sampai 15% dari total keseluruhan pakan,” katanya.

Ia juga menambahkan minyak BSF 2–4% serta kitosan 1% dari kulit BSF. Minyaknya bersifat antimikroba, sementara kitosannya menekan kadar kolesterol agar kucing tidak kegemukan.

PT Pawprints pun menerapkan hasil riset itu dalam produk mereka. “Kami panen larva, keringkan, lalu olah jadi tepung dan minyak BSF,” tutur Febri.

Pada produk dry food, tepung BSF digunakan hingga 30%, sedangkan minyaknya mencapai 80–90% dikombinasikan dengan minyak bunga matahari dan chamomile. Takaran pakan disesuaikan dengan bobot kucing, mulai dari 30 hingga 165 gram per hari.

Dengan beragam riset dan inovasi tersebut, peluang larva BSF menjadi bahan pakan kucing yang sehat dan berkelanjutan kian terbuka lebar. Dunia pet food pun mulai menatap serangga mungil itu sebagai sumber protein masa depan.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img