Trubus.id — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumatera Selatan) kembali melepas ekspor komoditas unggulan daerah. Sebanyak 18,5 ton kopi liberika asal Sumatera Selatan dikirim ke Malaysia, Senin (10/11).
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan secara resmi oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, yang ditandai dengan penyerahan Phytosanitary Certificate (PC) oleh Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa komoditas kopi telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan.
Kopi liberika yang diekspor berasal dari empat sentra penghasil kopi unggulan di Sumatera Selatan, yaitu Jarai, Kikim, dan Tanjung Sirih di Kabupaten Lahat, serta Semendo di Kabupaten Muara Enim. Sebelum diberangkatkan, seluruh biji kopi telah melalui proses pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi standar mutu negara tujuan.
Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa sertifikasi ekspor merupakan wujud nyata peran Karantina dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan internasional.
Karantina memastikan setiap komoditas yang diekspor bebas dari OPTK dan sesuai persyaratan negara tujuan. Sertifikat yang kami terbitkan menjadi jaminan bahwa produk tersebut aman, sehat, dan layak diterima di pasar global, ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Endah menegaskan bahwa Karantina Sumatera Selatan berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat bagi para pelaku usaha.
Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga mendampingi pelaku ekspor agar prosesnya berjalan efisien dan sesuai prosedur. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan Karantina menjadi kunci keberhasilan ekspor yang berdaya saing, tambahnya.
Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyambut baik langkah ekspor ini dan berharap dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani. Dengan ekspor ini, Lahat sudah mulai masuk pasar global dan dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas. Harapannya, kesejahteraan petani juga ikut meningkat, ujarnya.
Kegiatan ekspor kopi liberika ini menjadi bukti besarnya potensi Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil komoditas pertanian unggulan yang diminati pasar dunia. Dengan dukungan sistem sertifikasi dan pengawasan mutu yang ketat, kopi liberika asal Sumsel diharapkan mampu memperluas pangsa pasar ekspor serta meningkatkan nilai ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, Karantina Sumatera Selatan menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati, fasilitasi perdagangan, dan penguatan daya saing ekspor nasional dari wilayah Sumatera Selatan.
