Saturday, January 24, 2026

Hitung Laba Mangga Rapat

Rekomendasi
- Advertisement -

Konsekuensi para pekebun yang menerapkan Ultra High Density Plantation (UHDP) yakni melakukan pemangkasan intensif. Contohnya tampak pada pekebun mangga di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Banta Chandra.

Saat ini mangga chokanan milik Banta berumur 3,5 tahun. Pada umur itu tinggi tanaman dipertahankan hanya 1,5—2 meter.

Hal serupa diterapkan pula oleh pekebun mangga agrimania di Indramayu, Jawa Barat, Inggrit dan Erwin Wiguna. Pemangkasan rutin menjadi kunci agar tanaman tetap produktif.

Menurut peneliti Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Buah Tropika, Sri Yuliati S.P., M.Si., kesuksesan UHDP bergantung pada konsistensi pemangkasan intensif. Tanaman harus dikendalikan bentuk dan pertumbuhannya sejak awal.

Peningkatan populasi tanaman jelas memengaruhi input produksi dan teknik pengelolaannya. Pengairan umumnya menggunakan sistem irigasi tetes agar penyaluran air efisien.

Pemupukan memakai sistem fertigasi yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Kebutuhan nutrisi diberikan secara presisi agar tanaman tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan hara.

Namun, teknik UHDP memerlukan biaya tinggi agar hasil yang dicapai sepadan. Investasi terutama terserap untuk infrastruktur irigasi dan pemangkasan rutin.

Jika teknik UHDP berhasil diterapkan, produktivitas tanaman meningkat signifikan. Pada akhirnya cuan para pekebun pun ikut berlipat.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img