Daun kelor (Moringa oleifera) menempati posisi istimewa dalam dunia tanaman obat tropis. Popularitasnya bukan sekadar karena tradisi, tetapi karena berbagai kajian ilmiah yang menegaskan manfaatnya bagi kesehatan manusia. Masyarakat paling banyak mencari informasi mengenai manfaat kelor untuk anemia, diabetes, antioksidan, serta kemampuan antibakterinya, empat aspek yang kini banyak dibuktikan melalui penelitian modern.
Penelitian berjudul “Antidiabetic Effects of Moringa oleifera Leaf Extract” dalam Journal of Ethnopharmacology, terbitan Elsevier tahun 2019, menjadi salah satu bukti kuat efektivitas kelor bagi penderita diabetes. Studi tersebut menjelaskan bahwa ekstrak daun kelor mampu menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin serta perlambatan absorpsi gula. Senyawa bioaktif seperti quercetin dan chlorogenic acid berperan signifikan dalam menstabilkan metabolisme glukosa.
Kemampuan kelor dalam melawan bakteri juga didukung oleh penelitian berjudul “Antimicrobial Activity of Moringa Leaves” yang terbit di Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, Medknow Publications, tahun 2020. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri dikaitkan dengan adanya senyawa flavonoid dan isothiocyanate yang bekerja merusak membran sel bakteri.
Dari sisi pengobatan tradisional, buku “Medicinal Plants and Traditional Medicine: Moringa Chapter” terbitan Springer, Singapura, 2018, mencatat bahwa daun kelor kerap digunakan sebagai tonikum alami untuk penderita anemia. Kandungan zat besi yang tinggi serta vitamin C dalam daun kelor membantu mempercepat penyerapan dan pembentukan sel darah merah. Keunggulan itu menjadikan kelor sebagai salah satu sumber nutrisi nabati terbaik untuk membantu mengatasi anemia ringan hingga sedang.
Selain itu, kandungan antioksidan kuat dalam kelor menjadikannya tanaman pelindung sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Senyawa polifenol dan flavonoid yang melimpah terbukti memiliki efek protektif terhadap jaringan tubuh, sehingga berpotensi menurunkan risiko penyakit degeneratif. Dengan dukungan riset dan bukti klinis yang terus berkembang, daun kelor semakin layak diangkat sebagai tanaman obat tropis unggulan yang manfaatnya luas dan teruji ilmiah. (Naya Maura Denisa)
