Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial seperti sangkuriang, dumbo, dan mutiara memiliki karakter pertumbuhan dan ketahanan yang berbeda-beda. Dengan begitu pilihan strain harus disesuaikan dengan target produksi. Sebagai contoh, studi tentang suplementasi metionin pada lele sangkuriang oleh Elva Yenizar dan rekan seperti yang termaktub dalam Asian Journal of Biotechnology and Genetic Engineering melaporkan bahwa peningkatan pertambahan bobot dan efisiensi pakan pada perlakuan optimal menunjukkan potensi genetik sangkuriang untuk merespons perbaikan nutrisi.
Faktor pakan menjadi unsur kunci yang menentukan kecepatan tumbuh. Kandungan protein, energi metabolik, dan keseimbangan asam amino sangat diperlukan untuk membentuk jaringan otot pada fase pembesaran. Halver & Hardy dalam buku “Fish Nutrition” menegaskan bahwa lele membutuhkan formulasi pakan dengan kandungan protein 28%—32% untuk pertumbuhan optimal. Terutama fokus pada asam amino esensial seperti lisin dan metionin. Penelitian lain oleh Sari dan rekan dalam Jurnal Akuakultur Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan pakan yang mengandung probiotik Bacillus sp. dapat meningkatkan efisiensi pencernaan dan menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR) sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat pada sistem kolam terpal dan kolam tanah. Pemilihan bahan baku lokal seperti tepung ikan, kedelai, dan bungkil kelapa dapat digunakan untuk menekan biaya pakan tanpa mengurangi kinerja pertumbuhan.
Kepadatan tebar merupakan faktor manajerial yang sering diabaikan dan berpengaruh langsung pada pertumbuhan. Kualitas udara menurun seiring meningkatnya kepadatan sehingga menekan laju pertumbuhan akibat persaingan pakan dan oksigen. Boyd & Tucker dalam buku “Pond Aquaculture Water Quality Management” menyatakan bahwa kepadatan lele yang ideal berkisar 80–120 ekor/m² untuk pemeliharaan intensif pada kolam terpal dengan aerasi yang memadai. Jika tebar padat melebihi ambang itu, peningkatan amonia dan nitrit memperlambat pertumbuhan serta memicu stres fisiologis. Oleh karena itu, strategi utama mempercepat pertumbuhan lele modern meliputi penggunaan benih bersertifikat, formulasi pakan kaya protein dan asam amino, serta pengaturan kepadatan tebar yang sesuai untuk menjaga kualitas udara. (Naya Maura Denisa)
