Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur cenderung memproduksi tunas dan daun baru tanpa merespons pembentukan bunga. Dalam penelitian Kumar dan rekan yang berjudul Physiological Disorders in Mango Flowering terungkap bahwa kelebihan nitrogen memicu pertumbuhan vegetatif berlebih sehingga merusak sinyal hormonal pembungaan. Kondisi itu sering terjadi pada tanaman yang menerima pupuk nitrogen tinggi tanpa diimbangi fosfor dan kalium. Padahal dua unsur itu penting untuk inisiasi bunga.
Selain itu, masalah nutrisi yang tidak seimbang juga menjadi penyebab utama gagalnya pembungaan. Studi Singh & Reddy berjudul Alternate Bearing In Mangomenunjukkan bahwa defisiensi kalium dan boron menghambat diferensiasi tunas menjadi bunga. Boron berperan memperkuat dinding sel dan memfasilitasi transportasi karbohidrat. Sementara kalium membantu akumulasi gula yang diperlukan untuk pembentukan malai. Tanaman mangga yang kekurangan dua unsur itu biasanya menghasilkan tunas pendek dan pucuk muda yang tidak berkembang menjadi bakal bunga.
Cekaman iklim menjadi faktor penting lain yang menentukan keberhasilan pembungaan. Suhu malam yang terlalu tinggi, curah hujan berlebih, dan kelembapan tinggi dapat menghambat induksi bunga, seperti dijelaskan oleh Laxman dan rekan dalam jurnal Climate Stress Impact on Mango Flowering and Fruiting. Mangga membutuhkan periode kering yang cukup panjang untuk mengaktifkan hormon florigen. Hujan terus-menerus menjelang masa pembungaan dapat menyebabkan tunas vegetatif muncul kembali. Kelebihan air juga meningkatkan risiko penyakit seperti antraknosa yang merusak malai bunga sejak tahap awal.
Untuk mengatasi tanaman mangga yang tidak berbuah, salah satu teknik yang terbukti efektif yakni induksi bunga menggunakan cekaman air terkendali. Dalam penelitian Hasan dan rekan berjudul Water Deficit as a Flowering Induction Technique in Mango, penghentian penyiraman selama 4—6 minggu sebelum musim berbunga mampu meningkatkan konsentrasi hormon pembungaan secara signifikan. Selain itu, pemberian paclobutrazol dapat membantu menekan pertumbuhan vegetatif berlebih dan mendorong diferensiasi tunas menjadi bunga, terutama pada tanaman yang terlalu subur.Dengan memahami faktor fisiologi, nutrisi, varietas, iklim, dan teknik induksi, petani dapat menentukan solusi tepat agar mangga kembali produktif dan mampu berbuah optimal setiap musim. (Naya Maura Denisa)
