Trubus.id—Bayer Indonesia melepas ekspor perdana 30 ton benih jagung bioteknologi DK95R ke Vietnam pada 11 Juni 2026. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan melalui penguatan kapasitas produksi benih berteknologi tinggi di dalam negeri. Ekspor tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pertanian regional.
Seremoni pelepasan ekspor perdana benih jagung bioteknologi tersebut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, S.E., M.Si.; Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Letjen TNI Irham Waroihan; serta Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc. Hadir pula Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur, Sokhib, S.Pi., M.P., serta Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Judi Aquarianto, S.Sos., M.M.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan. Kehadiran para perwakilan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri mencerminkan dukungan kuat terhadap pengembangan industri benih nasional. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekspor produk pertanian berteknologi tinggi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, S.E., M.Si., mengatakan jagung merupakan salah satu komoditas strategis dalam sistem pangan nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan keberlanjutan produksi jagung menjadi prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurut dia, ekspor benih jagung bioteknologi ini menjadi bukti kemampuan Indonesia menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi yang memenuhi standar internasional.
“Ekspor hari ini bukan sekadar 30 ton benih jagung. Ini adalah hasil penelitian, inovasi, sistem pengawasan mutu, kepastian regulasi, dan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Indonesia menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi yang memenuhi standar global,” ujar Widiastuti. Ia juga menyambut baik komitmen Bayer dalam mendukung pengembangan industri perbenihan nasional. Menurutnya, keberhasilan ekspor tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya adopsi teknologi dalam mendorong transformasi pertanian nasional. Dalam sambutan yang dibacakan Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Letjen TNI Irham Waroihan, ia menyebut sektor pertanian tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan tradisional semata. Tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, pertumbuhan penduduk, dan dinamika geopolitik menuntut pemanfaatan teknologi modern, termasuk benih hasil rekayasa genetik.
Menteri Pertanian juga menekankan bahwa keberhasilan ekspor tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Ia mengapresiasi petani dan industri benih yang terus menjaga produktivitas serta mutu produk sehingga mampu memenuhi standar ketat negara tujuan. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar di pasar global.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., mengatakan sektor perbenihan memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan. Benih unggul menjadi fondasi utama peningkatan produktivitas pertanian. Karena itu, inovasi dan penguatan industri benih perlu terus didorong untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan catatan PVTPP, Bayer telah melepas tujuh varietas jagung bioteknologi di Indonesia. Leli menilai keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai memainkan peran yang lebih besar dalam rantai pasok pertanian global. Capaian tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor produk pertanian nasional.
Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan, mengatakan inovasi merupakan inti pengembangan produk Bayer. Salah satunya melalui benih jagung bioteknologi DK95R yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata petani. Menurut dia, Bayer juga memastikan setiap langkah pengembangan usaha sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Aditia menambahkan pengembangan ekspor diharapkan memberikan nilai tambah bagi Indonesia melalui peningkatan devisa, pertumbuhan industri, dan penciptaan lapangan kerja. Meski demikian, Bayer tetap menempatkan kebutuhan petani Indonesia sebagai prioritas utama. Pertumbuhan kapasitas ekspor tidak akan mengurangi komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.
DK95R merupakan benih jagung bioteknologi komersial pertama yang diluncurkan Bayer Indonesia pada Juli 2023. Varietas tersebut memiliki keunggulan tahan terhadap herbisida berbahan aktif glifosat sehingga dapat membantu menekan biaya perawatan dan tenaga kerja. Selain itu, benih ini mampu mendukung hasil panen yang lebih optimal.
Penerimaan pasar terhadap DK95R terus menunjukkan tren positif sejak pertama kali diluncurkan. Kondisi tersebut mendorong Bayer meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun regional. Dengan demikian, Indonesia berpeluang semakin memperkuat perannya sebagai basis produksi benih jagung berteknologi tinggi di kawasan.
Melalui visi Health for All, Hunger for None, Bayer berkomitmen mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Upaya itu dilakukan melalui inovasi teknologi benih, penguatan kapasitas produksi, dan kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan dapat mewujudkan sektor pertanian yang lebih produktif, tangguh, dan berdaya saing.
